Tom Morello dan Gelombang Amuk Publik: Amerika di Ambang Ledakan Sosial

- Minggu, 25 Januari 2026 | 17:40 WIB
Tom Morello dan Gelombang Amuk Publik: Amerika di Ambang Ledakan Sosial

Ancaman Perang Saudara Menggantung di Amerika

Suasana di AS lagi panas. Bukan karena cuaca, tapi gara-gara kebijakan imigrasi Trump yang kontroversial. Dia mengerahkan ICE badan imigrasi dan bea cukai untuk melakukan sweeping besar-besaran. Nah, di sinilah masalahnya. Aksi mereka di lapangan dikabarkan jauh dari kata santun. Bukan cuma razia, tapi ada laporan pemukulan, penganiayaan, bahkan korban jiwa. Warga yang jadi sasaran punya cerita sendiri.

Trump? Sepertinya cuek saja. Dia punya dukungan kuat dari basisnya, sebagian di antaranya adalah kelompok kulit putih garis keras yang tak segan main kasar. Dukungan itu membuatnya seperti punya tameng.

Di sisi lain, gelombang protes makin menjadi. Tak cuma dari aktivis biasa, tapi juga dari kalangan selebritas. Setelah Robert De Niro angkat bicara, kini giliran Tom Morello, gitaris Rage Against the Machine yang terkenal vokal.

Morello tak main-main. Dia menyuarakan kemarahannya secara terbuka, menyindir Trump dengan kata-kata pedas. Ini menunjukkan betapa dalamnya persoalan ini, sampai menyentuh kalangan seniman yang biasanya lebih kalem.

Di jalanan, ribuan orang terus demo. Mereka menuntut pembubaran ICE. Yang menarik, beberapa negara bagian bahkan ikut melawan, menolak kehadiran aparat federal ini. Gesekan terjadi di mana-mana, dari Minneapolis sampai kota-kota lain. Ketegangan terasa nyata. Banyak yang bilang, ini cuma soal waktu sebelum percikan api itu meledak jadi konflik horizontal yang lebih besar sebuah perang saudara modern.

Lalu, apa sebenarnya ICE ini? Simak dua video berikut untuk gambaran yang lebih jelas.

[Video Penjelasan tentang ICE]

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar