Tim gabungan DVI berhasil mengidentifikasi tujuh korban lagi dari musibah pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Dengan temuan terbaru ini, total korban yang sudah berhasil dikenali menjadi sepuluh orang. Proses identifikasi ini berjalan dalam suasana yang penuh ketelitian, mengingat kondisi jenazah yang ditemukan.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris, menjelaskan bahwa tujuh kantong jenazah yang diterima dari Basarnas pada Jumat lalu telah selesai diperiksa.
"Tujuh kantong jenazah terakhir telah kami lakukan pemeriksaan dan berhasil kami identifikasi," ujar Haris dalam jumpa pers di Biddokes Polda Sulsel, Sabtu (24/1).
Ia kemudian membeberkan satu per satu identitas para korban. Hasil identifikasi menunjukkan keragaman asal daerah korban, dari Jakarta, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Selatan.
Pertama, Yoga Noval Prakoso. Dia teridentifikasi dari kantong jenazah bernomor PM62B.05 yang cocok dengan AM008. Alamatnya di Pondok Bambu, Jakarta Timur. Identifikasi dilakukan lewat sidik jari, properti, dan ciri medis.
Kedua, Hariadi. Dia dikenali dari kantong bernomor PM62B.06 dan PM62B.03 yang merupakan body part. Data ini cocok dengan nomor AM003. Dia berasal dari Karangan, Jawa Tengah.
Kemudian ada Muhammad Farhan Gunawan dari Luwu Timur, Sulsel. Dia teridentifikasi dari kantong PM62B.07 (AM001).
Ferry Irawan dari Bekasi, Jawa Barat, teridentifikasi dari kantong PM62B.08 (AM007). Disusul Dwi Murdiono dari Bogor, Jawa Barat, dari kantong PM62B.09 (AM005).
Korban berikutnya adalah Restu Adi Pribadi, yang berasal dari Kampung Makassar. Identitasnya terungkap dari kantong PM62B.10A, PM62B.10B (body part), dan properti dari PM62B.05, yang semuanya cocok dengan AM009.
Terakhir, Andy Dahananto dari Tangerang, Banten. Dia teridentifikasi dari kantong jenazah PM62B.19 (AM010).
"Sampai dengan hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 10 korban dari 11 kantong jenazah yang diterima," tegas Haris.
Di sisi lain, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani memberikan penjelasan terpisah. Menurutnya, kantong jenazah berisi potongan tubuh yang ditemukan itu merupakan milik salah satu korban yang sudah terdaftar.
"Dari 1 body pack lainnya yang berisi tulang, juga dapat dibuktikan bahwa itu merupakan bagian tubuh dari salah satu korban dari 10 korban tersebut. Body part itu, milik korban bernama Hariyadi," jelas Djuhandhani.
Kini, proses yang menyedihkan namun penting itu memasuki tahap akhir. Para jenazah akan segera diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk disemayamkan dan dimakamkan sesuai tradisi.
Sebelumnya, tiga korban lain sudah lebih dulu dipulangkan. Mereka adalah kedua pramugari, Florencia dan Eather, serta seorang pegawai KKP bernama Deden Maulana. Mereka telah kembali ke pangkuan keluarga untuk peristirahatan terakhir.
Artikel Terkait
Polisi Temukan Botol Bensin dan Obor di TKP Pembakaran Mobil Kades Purwasaba
Indonesia Hajar Aljazair 3-0 di Thomas Cup, Tiga Tunggal Putra Tampil Dominan
Jakarta Pertamina Enduro Kunci Kemenangan 3-1 atas Gresik Petrokimia di Leg Pertama Final Proliga Putri
Lavani Menang 3-1 di Leg Pertama Final Proliga 2026, Satu Langkah Lagi Menuju Gelar Juara