Sabtu (24/1) siang, suasana di Masjid Jami Baitul Rahman, Rawa Buaya, Cengkareng, tampak berbeda. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, tiba-tiba muncul di tengah lokasi pengungsian banjir. Kedatangannya langsung memecah kesunyian.
Ia tak sendirian. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, turut mendampingi. Beberapa kepala dinas kunci juga ikut serta, seperti Ika Agustin Ningrum dari Sumber Daya Air, Ani Rupitawati dari Kesehatan, dan Iqbal Akbarudin dari Sosial. Mereka datang untuk melihat langsung kondisi warga.
“Memang ada yang baru sehari dua hari mengungsi, dan alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik dan sehat,” ujar Pram, begitu sapaan akrabnya, kepada para wartawan.
Menurutnya, di titik ini saja ada sekitar 45 kepala keluarga atau 177 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Genangan air yang belum sepenuhnya surut memaksa mereka bertahan di masjid.
Antusiasme warga menyambut Pram terasa nyata. Anak-anak berebut minta foto bersama, sementara beberapa ibu-ibu menyapa dan meneriakkan namanya dengan riang. Di balik sambutan hangat itu, tentu ada harapan.
Dan bantuan pun datang. Pemerintah Provinsi DKI menyerahkan sejumlah barang kebutuhan pokok untuk meringankan beban pengungsi.
Artikel Terkait
Siklon Luana di Australia Picu Angin Kencang Landa Yogyakarta
Banjir 120 Sentimeter Masih Rendam Permukiman di Pejaten Timur
Mooncake di Imlek 2026: Simbol Kebersamaan yang Lahir dari Pemberontakan Rahasia
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Strategi atau Penyimpangan Prinsip?