Pramono Anung Turun Langsung ke Rawa Buaya, Tinjau Pengungsian dan Perintahkan Tambah Pompa Air

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:30 WIB
Pramono Anung Turun Langsung ke Rawa Buaya, Tinjau Pengungsian dan Perintahkan Tambah Pompa Air

Sabtu (24/1) siang, suasana di Masjid Jami Baitul Rahman, Rawa Buaya, Cengkareng, tampak berbeda. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, tiba-tiba muncul di tengah lokasi pengungsian banjir. Kedatangannya langsung memecah kesunyian.

Ia tak sendirian. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, turut mendampingi. Beberapa kepala dinas kunci juga ikut serta, seperti Ika Agustin Ningrum dari Sumber Daya Air, Ani Rupitawati dari Kesehatan, dan Iqbal Akbarudin dari Sosial. Mereka datang untuk melihat langsung kondisi warga.

“Memang ada yang baru sehari dua hari mengungsi, dan alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik dan sehat,” ujar Pram, begitu sapaan akrabnya, kepada para wartawan.

Menurutnya, di titik ini saja ada sekitar 45 kepala keluarga atau 177 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Genangan air yang belum sepenuhnya surut memaksa mereka bertahan di masjid.

Antusiasme warga menyambut Pram terasa nyata. Anak-anak berebut minta foto bersama, sementara beberapa ibu-ibu menyapa dan meneriakkan namanya dengan riang. Di balik sambutan hangat itu, tentu ada harapan.

Dan bantuan pun datang. Pemerintah Provinsi DKI menyerahkan sejumlah barang kebutuhan pokok untuk meringankan beban pengungsi.

“Bantuannya macam-macam. Ada beras, minyak, mi instan, sampai kasur lipat dan selimut,” jelas Pram. “Lalu ada juga family kit dan kids wear. PMI DKI Jakarta turut menyumbang minyak penghangat tubuh, karena itu yang sangat dibutuhkan di sini saat ini.”

Namun begitu, bantuan materi bukan satu-satunya hal yang diharapkan warga. Mereka punya permintaan lain yang lebih mendesak: agar air yang masih menggenang segera dikurangi.

Pram mengakui hal itu. Meski air mulai berangsur surut, keluhan warga langsung ditindaklanjuti. Ia segera memberi perintah tegas kepada Kepala Dinas SDA, Ika Agustin Ningrum, yang saat itu berada di sampingnya.

“Saya sudah minta untuk menambah pompa air di lokasi. Alhamdulillah, sekarang sudah ada tambahan sekitar empat unit. Jadi totalnya sudah tujuh pompa yang beroperasi di sini,” pungkasnya.

Kunjungan itu mungkin hanya sebentar. Tapi setidaknya, bagi warga Rawa Buaya yang terdampak, kehadiran pemimpin langsung ke lokasi memberi sedikit kepastian bahwa suara mereka didengar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar