Gaji Rp3,2 Juta di RI vs 280 Juta Rial di Iran: Siapa yang Lebih Bisa Bernapas?

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:00 WIB
Gaji Rp3,2 Juta di RI vs 280 Juta Rial di Iran: Siapa yang Lebih Bisa Bernapas?

Lalu, listrik sekitar Rp300.000, air Rp150.000, dan internet plus paket data Rp350.000.

Total untuk pos ini saja sudah Rp2.360.000.

Belum selesai. Masih ada tempat tinggal dan transportasi. Kontrakan sederhana saja harganya bervariasi, antara Rp800.000 sampai Rp1.200.000. Ditambah iuran lingkungan dan sampah, kira-kira Rp100.000. Untuk bensin 60 liter, anggarkan Rp600.000.

Minimal total dari sini adalah Rp1.500.000.

Nah, kalau dijumlahkan:

👉 Total pengeluaran rutin: Rp2.360.000 Rp1.500.000 = Rp3.860.000.

Padahal, gajinya cuma Rp3.200.000.

Jelas defisit sejak awal. Itu pun belum termasuk biaya sekolah anak, kesehatan, cicilan apa pun, apalagi tabungan dan kebutuhan sekunder. Sungguh sulit.

"

Di sinilah letak perbedaan mendasarnya.

Di Iran, dengan gaji setara 200 dolar, yang mahal itu barang impor dan barang mewah. Sementara kebutuhan hidup sehari-hari energi, pangan pokok relatif lebih murah dan terjangkau.

Sebaliknya, di Indonesia dengan nominal gaji yang sama, justru kebutuhan hidup pokoklah yang memberatkan. Barang mewah? Itu bisa dicicil. Tapi bayar listrik, beli beras, dan sewa rumah? Itu harus tunai dan terasa sangat berat.

Menurut sejumlah pengamatan, inilah poin yang sering luput. Demonstrasi di Iran lebih banyak dipicu tekanan ekonomi makro sanksi, fluktuasi harga pasar yang terutama menghantam pelaku usaha dan barang-barang sekunder.

Bukan karena rakyat biasa sampai tak bisa makan atau tak punya tempat tinggal.

Sementara di Indonesia, tanpa embel-embel sanksi atau embargo global, rakyat dengan penghasilan serupa justru benar-benar berjuang untuk memenuhi kebutuhan paling dasar. Tekanannya langsung terasa di meja makan.

Jadi, sekali lagi, demo di Iran dan kesulitan di Indonesia itu akar masalahnya berbeda. Yang satu soal gejolak pasar, yang lain soal bertahan hidup dari hari ke hari.


Halaman:

Komentar