Dini hari yang sunyi di Jakarta pecah oleh kedatangan rombongan khusus. Sejumlah pejabat dari Cilacap yang terjaring operasi tangkap tangan KPK tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026) dini hari. Mereka dibawa langsung dari Stasiun Gambir dengan pengawalan ketat.
Di antara yang diamankan itu, ada nama Syamsul Auliya Rachman, sang Bupati Cilacap. Operasi senyap lembaga antirasuah itu berlangsung di wilayah Jawa Tengah, menjaring beberapa orang. Tanpa basa-basi, rombongan langsung diantar ke KPK untuk pemeriksaan mendalam.
Menurut sejumlah saksi, iring-iringan delapan mobil hitam memasuki halaman gedung. Tapi, tak seperti biasa, mobil-mobil itu tak berhenti di depan. Mereka langsung masuk ke basement, menghindari sorotan kamera wartawan yang sudah menunggu. Suasana terkesan tertutup dan cepat.
Operasi ini diduga kuat terkait penerimaan oleh kepala daerah. Proyek-proyek di lingkungan Pemkab Cilacap menjadi fokus penyelidikan. Tak cuma orang, penyidik juga menyita barang bukti uang tunai dalam jumlah tertentu. Semua masih diselimuti tanda tanya besar.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih membuka pemeriksaan intensif. Mereka mendalami setiap detail untuk mengungkap dugaan korupsi yang melibatkan pejabat daerah tersebut. Prosesnya masih berlangsung, dan publik menunggu kejelasan lebih lanjut.
Artikel Terkait
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Perubahan Skema Haji 2026 Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Konsumsi Fesyen Muslim Global Diproyeksi Tembus USD433 Miliar, Indonesia Bidik Posisi Sentral
Petugas Haji Pantau Kepulangan 3.441 Jamaah Umrah dalam Tiga Hari