Banjir masih jadi pemandangan di beberapa sudut Kota Tangerang pagi ini. Genangan air itu akhirnya mendorong Wali Kota Sachrudin mengambil langkah untuk dunia pendidikan. Beliau menginstruksikan agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dialihkan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Intinya, Sachrudin ingin proses belajar anak-anak tidak ikut tergenang. "Saat ini, Kota Tangerang dilanda banjir," ujarnya pada Jumat (23/1).
"Jadi terkait kegiatan belajar anak-anak di sekolah, diinstruksikan sementara waktu untuk PJJ."
Namun begitu, instruksi ini tidak bersifat seragam untuk semua sekolah. Kebijakan ini khusus diterapkan bagi sekolah-sekolah yang benar-benar terdampak. Atau, bagi siswa-siswa yang rumahnya terendam banjir sehingga sulit berangkat.
"Sekolah yang terdampak, atau siswanya yang terdampak banjir, diinstruksikan untuk PJJ," tegas Sachrudin.
Di sisi lain, kondisi lapangan memang cukup memprihatinkan. Menurut data yang ada, sejumlah kelurahan seperti Pinang, Periuk, dan Petir masih terendam. Begitu juga Karang Tengah dan Cibodas. Ketinggian airnya pun beragam, dari yang sekadar menghambat akses hingga menggenangi permukiman warga.
Sachrudin menambahkan, tim penanggulangan sudah dikerahkan. "Petugas sudah di lokasi untuk memberikan bantuan dan proses evakuasi warga," ungkapnya. Upaya penanganan dan pemantauan terus dilakukan sembari menunggu air surut.
Artikel Terkait
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo