Hujan sepertinya tak mau beranjak dari Jakarta. Hari-hari ini, langit terus saja menggelap dan guyuran air menjadi pemandangan serta tantangan yang tak terhindarkan bagi siapa pun yang harus tetap berkutat dengan rutinitas di luar ruangan. Di tengah kondisi seperti ini, satu benda sederhana tiba-tiba jadi barang wajib: jas hujan.
Bagaimana dampak cuaca ini terhadap para pedagang? Untuk mengetahuinya, kita bisa menyambangi Pasar Asemka, di bawah Flyover Pasar Pagi, Jakarta Utara. Suasananya ramai, seperti biasa.
Yang langsung menarik perhatian adalah kios-kios yang dengan sigap menempatkan tumpukan jas hujan warna-warni di bagian paling depan. Barang ini seperti magnet, sengaja dipajang untuk menangkap mata para pejalan kaki yang basah kuyup. Di sekelilingnya, barang dagangan lain seperti masker atau kaus kaki tampak hanya menjadi pelengkap belaka.
Dan strategi itu terbukti. Banyak orang singgah, tak cuma untuk membeli satu dua buah. Beberapa pembeli bahkan mengambilnya dalam jumlah banyak bertumpuk-tumpuk lalu diangkut dengan susah payah di jok belakang motor. Permintaannya memang sedang tinggi-tingginya.
Rizal (26), salah seorang pedagang di sana, mengaku kalau jas hujan bukanlah barang andalannya sepanjang tahun.
"Saya jual jas hujan sih iya. Cuma ya nggak setiap saat. Biasanya cuma pas musim hujan aja baru keluar," ujarnya pada Jumat (23/1).
Namun begitu, di momen seperti sekarang, penjualannya bisa meledak. Rizal menyebut, dalam sehari jas hujan di lapaknya bisa laku hingga belasan lusin.
"Kurang lebih 10 lusin lah per hari. Lima sampai sepuluh gitu. Kalau hujannya terus-terusan dari pagi sampai malam, ya bisa lebih dari itu," katanya.
Cerita serupa datang dari Roni (32), pedagang lain di pasar yang sama. Ia membenarkan lonjakan permintaan yang signifikan. Di kiosnya, jas hujan bahkan terjual berkarung-karung setiap hari.
"Setiap hari pasti ada yang beli. Minimal itu 5 karung, paling sedikit. Kadang sampai 10 karung," ujar Roni.
Dengan semangat, ia lalu merinci hitungannya.
"Satu karung isinya 42 lusin. Kalau dihitung per biji, 12 dikali 42 berarti sekitar 480 buah per karung. Nah, sehari itu bisa 5 karung laku."
Sejak hujan rajin turun, jas hujan jadi primadona dan barang paling laris di kiosnya, mengalahkan produk lainnya.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Rp 50 Miliar untuk Jabatan Perangkat Desa di Pati
Pencabutan Izin Toba Pulp: Sinyal Politik Prabowo untuk Geng Jokowi?
Dugaan Proyek Fiktif, Dana Lender Rp 2,4 Triliun di PT DSI Tak Bisa Ditarik
Demokrasi dalam Cengkeraman: Kedaulatan Rakyat Dikaburkan oleh Permainan Elite