Bandara Internasional Incheon ramai seperti biasa pada 23 Januari 2026. Namun, perhatian sejumlah orang tertuju pada sekelompok penumpang yang baru turun dari pesawat. Mereka dikawal ketat oleh petugas kepolisian Korea Selatan. Rupanya, mereka adalah warga negara sendiri yang baru dipulangkan paksa dari Kamboja karena diduga terlibat operasi penipuan.
Begitu mendarat, para terduga pelaku itu langsung dibawa menjauh. Tujuannya jelas: menjalani pemeriksaan intensif oleh otoritas setempat. Prosesnya berlangsung cepat dan tertutup, meninggalkan tanda tanya bagi yang menyaksikannya.
Menurut informasi, pemulangan paksa ini bukanlah insiden tunggal. Ini adalah buah dari kerja sama penegakan hukum antara pemerintah Korea Selatan dan Kamboja. Kedua negara tampaknya sedang serius membasmi kejahatan transnasional, dengan jaringan penipuan lintas negara jadi target utama mereka. Di sisi lain, langkah ini menunjukkan betapa rumitnya memberantas kejahatan yang mengabaikan batas teritorial.
Kerja sama semacam ini memang kian diperlukan. Dunia yang makin terhubung ternyata juga dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk beroperasi. Nah, kolaborasi antarnegara seperti inilah yang diharapkan bisa memutus mata rantainya. Hasilnya? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Rp 50 Miliar untuk Jabatan Perangkat Desa di Pati
Pencabutan Izin Toba Pulp: Sinyal Politik Prabowo untuk Geng Jokowi?
Dugaan Proyek Fiktif, Dana Lender Rp 2,4 Triliun di PT DSI Tak Bisa Ditarik
Demokrasi dalam Cengkeraman: Kedaulatan Rakyat Dikaburkan oleh Permainan Elite