Rabu (21/1/2026) siang, suasana di Bireuen, Aceh, cukup terik. Di tengah hiruk-pikuk upaya pemulihan pascabencana, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian turun langsung meninjau kondisi sejumlah jembatan yang rusak. Ia datang bukan sendirian, melainkan didampingi Bupati Bireuen Muhklis. Tito, yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, ingin memastikan proses penanganan berjalan sesuai harapan.
Secara umum, menurut penilaiannya, Bireuen terlihat cukup baik. Kawasan perkotaannya, misalnya, tidak separah daerah lain.
“Saya tadi dari Pidie Jaya, sekarang ke Bireuen. Di Bireuen, saya sudah diskusi dengan Pak Bupati, Alhamdulillah kotanya bagus. Tidak terdampak seperti di tempat lain,”
katanya kepada awak media di Lapangan Cot Gapu.
Namun begitu, bukan berarti semuanya beres. Di beberapa titik, lumpur masih menutupi jalan dan jembatan. Untuk masalah jembatan ini, Tito menyebut Kementerian PU sudah turun tangan memperbaikinya. Ia bahkan berencana bertemu dengan Menteri PU, Dody Hanggodo, untuk membahas hal ini lebih lanjut.
Tantangan lain yang tak kalah serius adalah pembersihan lumpur di permukiman warga.
“Kedua adalah saya sampaikan bagaimana cara, ide, untuk membersihkan rumah-rumah, lorong-lorong yang tertutup. Perlu alat berat, [alat] yang setengah berat, namanya semiberat ya, dalam jumlah yang cukup banyak. Supaya bisa masuk ke rumah-rumah penduduk,”
ujarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Cabut Izin Perkebunan Rp14,5 Triliun di Atas Tanah Milik TNI
Tiga Polisi Bengkalis Diciduk Saat Pesta Narkoba di Hotel
Jenazah Pertama Korban Jatuhnya Pesawat di Bulusaraung Akhirnya Teridentifikasi
Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer