Wali Kota Hasto Ingin Code Jadi Destinasi Wisata, Mural dan Pentas Seni Bakal Dihadirkan

- Rabu, 21 Januari 2026 | 14:18 WIB
Wali Kota Hasto Ingin Code Jadi Destinasi Wisata, Mural dan Pentas Seni Bakal Dihadirkan

Yogyakarta punya rencana baru untuk sungai ikoniknya. Wali Kota Hasto Wardoyo punya ide untuk mengubah Sungai Code, yang membelah kota ini, jadi destinasi wisata yang hidup. Ia ingin sungai itu tak cuma jadi pembatas geografis, tapi ruang publik yang menarik.

Gagasannya ini disampaikan saat acara Pengukuhan Komunitas Peduli Sungai di Bendung Surokarsan, Rabu lalu. Lokasinya di Prawirodirjan, Gondomanan.

"Tempat ini sangat strategis," ujar Hasto.

Ia menjelaskan, infrastruktur di Bendung Surokarsan sebenarnya sudah cukup baik. Ada jogging track, ada bangunan pendapa. Sayang banget kalau fasilitas itu dibiarkan mangkrak begitu saja. "Harapannya setelah kami kukuhkan Komunitas Peduli Sungai, mereka bisa menghidupkan tempat ini," tambahnya.

Menurut Hasto, potensinya besar. Tapi syaratnya jelas: lingkungan harus bersih dan apik. Ia mengajak warga untuk bergotong royong membersihkan rumput-rumput liar yang menempel di dinding sungai.

Nah, soal dinding itu, ada ide kreatif lain. Dinding-dinding sekitar bendung bisa dihiasi mural berisi nasihat atau karya seni. Jadi, selain bersih, tempat itu juga punya nilai estetika yang instagramable. Pengunjung nanti bisa swafoto dengan pemandangan sungai dan mural sebagai latar.

"Biar kalau di sini jadi tempat wisata, memandang ke sana enak, keren. Bisa untuk selfie karena pemandangannya bagus," katanya meyakinkan.

Namun begitu, Hasto paham sebuah destinasi butuh magnet. Ia menilai, langkah awal yang realistis adalah menghadirkan wisata bertema lokal dulu. Bendung Surokarsan bisa jadi wadah kreativitas warga. Misalnya, untuk pentas seni budaya di malam Minggu.

"Yang kita sekarang mampu dan bisa kita wujudkan seperti itu," pungkas Hasto.

Jika tahap awal ini berjalan lancar, bukan mustahil nantinya akan berkembang jenis wisata lain. Sungai Code, dengan jembatan legendaris seperti Gondolayu dan Sayidan, memang punya cerita panjang. Kini, ada harapan baru agar sungai itu tak hanya dilewati, tapi juga benar-benar dinikmati.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar