Lewat akun Truth Social-nya, Donald Trump dengan tegas menolak ajakan khusus dari Emmanuel Macron. Presiden Prancis itu mengusulkan pertemuan darurat para pemimpin G7 di Paris, tak lama setelah forum di Davos berakhir. Rupanya, Trump sama sekali tak berminat.
"Tidak, saya tidak akan melakukan itu," ujar Trump di Gedung Putih, Selasa lalu. Penolakannya singkat dan jelas.
Ajakan pribadi dari Macron itu konon membahas segudang isu panas. Mulai dari konflik Ukraina yang belum reda, ketegangan dengan Iran, situasi di Suriah, hingga persoalan Greenland yang belakangan memanas. Rencananya, pertemuan itu ingin digelar di ibu kota Prancis.
Namun begitu, Trump punya agenda lain. Dia sudah dijadwalkan tampil di Davos, Swis, pada Rabu (21/1) dalam forum World Economic Forum (WEF). Kehadirannya di sana sudah dinanti-nanti atau mungkin justru ditakuti oleh banyak pihak.
Suasana forum elite global itu sendiri memang tidak nyaman. Sejak hari pertama, ketegangan sudah terasa. Kebijakan-kebijakan Trump dinilai banyak pengamat seperti mengguncang fondasi tatanan global yang selama ini coba dijaga oleh WEF.
Dua tokoh Eropa menjadi pembicara kunci di hari pembukaan. Ursula von der Leyen, Kepala Komisi Eropa, secara terbuka menyatakan telah bertemu dengan delegasi Kongres AS. Dia menegaskan posisi Uni Eropa mengenai isu Greenland tanpa basa-basi.
Artikel Terkait
Prabowo Ungkap Strategi Pendidikan: Sekolah Berasrama dan Teknologi untuk Putus Rantai Kemiskinan
Amien Rais Dukung Trio RRT, Tuding Jokowi Pengecut Soal Ijazah
Cinta dan Balas Dendam Beradu di Balik Meja Rapat
Prabowo Gandeng Universitas Inggris untuk Dirikan 10 Kampus Baru di Indonesia