Urutannya begini: para penjaga keamanan lebih dulu diusir dari lokasi. Setelah itu, barulah alat-alat berat itu bergerak, menghancurkan segala yang ada di hadapannya.
“Ini merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap UNRWA dan bangunannya,” tegas Fowler. Ia menambahkan, aksi ini jelas melanggar hukum internasional, sekaligus menginjak-injak hak istimewa dan kekebalan yang dimiliki Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan situasi yang suram. Beberapa alat berat terlihat sedang merobohkan struktur bangunan. Di atas puing-puing itu, bendera Israel berkibar.
Yang menarik, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, justru hadir di lokasi saat pembongkaran berlangsung. Bagi dia, ini momen yang patut dirayakan.
“Ini adalah hari bersejarah, hari perayaan, dan hari yang sangat penting bagi pemerintahan di Yerusalem,” ujar Ben Gvir dengan nada penuh kemenangan.
Ia pun menyampaikan pesan yang tak kalah kerasnya.
“Selama bertahun-tahun, para pendukung terorisme ini berada di sini, dan hari ini mereka disingkirkan dari sini bersama dengan semuanya yang telah mereka bangun di tempat ini. Inilah yang akan terjadi pada setiap pendukung terorisme.”
Pernyataannya itu, tentu saja, semakin memperlebar jarak antara dua narasi yang saling bertolak belakang mengenai peristiwa ini.
Artikel Terkait
Roy Suryo Soroti Bibir dan Hidung di Foto Ijazah Jokowi: Bukan Ciri Fisiknya
Eksodus Massal di Sihanoukville Usai Sang Raja Scam Dideportasi
Oranye Baru di Panggung Politik: Gerakan Rakyat Resmi Usung Anies di Pilpres 2029
Prabowo Ungkap Strategi Pendidikan: Sekolah Berasrama dan Teknologi untuk Putus Rantai Kemiskinan