Namun begitu, di tengah kegelisahan itu, ada kebanggaan yang tak bisa dibeli. Meski gaji kecil, meski kadang dicibir, ia dan rekan-rekannya tetap bangga dengan seragam yang dikenakan. Bangga atas tugas mulia yang dijalani. “Kami bangga, meskipun di luar, banyak yang mencibir kita, ya,” sambungnya dengan mata berkaca-kaca.
Lalu, bagaimana sebenarnya angka-angkanya? Soal gaji guru honorer memang kompleks. Besarannya sangat bergantung pada kondisi sekolah, yayasan, atau anggaran daerah. Ada perbedaan nominal berdasarkan jenjang ajar juga. Tapi faktanya di lapangan, masih banyak yang menerima gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten. Sungguh ironis.
Untuk tahun 2026 ini, insentif dari pemerintah untuk guru honorer dianggarkan Rp 400 ribu per bulan. Bandingkan dengan kabar yang beredar soal gaji sopir MBG. Konon, mereka bisa dapat Rp 100 ribu per hari. Jika dihitung per bulan, angkanya bisa mencapai Rp 2 hingga 3 juta. Jelas, selisihnya sangat mencolok.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait isu yang viral ini. Protes yang diluapkan di video itu mungkin hanya secuil suara dari banyak keluhan serupa yang masih terpendam. Ia mengingatkan kita semua: menghargai pengabdian, seringkali bukan perkara mudah.
Artikel Terkait
Rebung, Superfood Lokal Kaya Serat dan Antioksidan untuk Kesehatan Jantung
Media Iran Sebut Netanyahu Tewas atau Luka, Israel Bungkam
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media