“Penyerahan bibit ini bukan asal bagi. Kelapa itu komoditas strategis, nilai ekonominya tinggi dan manfaatnya untuk jangka panjang. Ini dukungan kami untuk pembangunan berkelanjutan dan kepedulian lingkungan,” imbuhnya.
Sebelum acara puncak di Tangerang, rupanya kegiatan serupa sudah digelar di berbagai daerah. Menurut Arif Munandar, Direktur Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, rangkaian ini berjalan berkelanjutan. Di Tangerang saja, 5.000 paket sembako disalurkan. Penerimanya beragam, mulai dari warga terdampak banjir, desa binaan, hingga pondok pesantren di wilayah kerja kantor imigrasi setempat. Sementara itu, kegiatan donor darah berhasil menarik lebih dari 500 pendonor, gabungan dari pegawai Kemenimipas dan masyarakat umum.
Dengan semua kegiatan ini, harapannya jelas: kehadiran imigrasi makin dirasakan, terutama oleh kelompok rentan. Mereka ingin andil dalam pemulihan pascabencana dan mendorong program yang manfaatnya terasa lama.
Pada akhirnya, rangkaian Hari Bakti ke-76 ini adalah penegasan. Kemenimipas berkomitmen untuk tidak hanya jadi pelayan yang profesional, tapi juga humanis. Semangat “Imigrasi Berbakti” diharapkan tak berhenti di kata, tapi benar-benar membawa manfaat nyata bagi orang banyak.
Artikel Terkait
Menkum HAM Ingatkan Aparat Hati-hati Tangkap dan Tahan Usai Pembebasan Aktivis
Anggota DPR Apresiasi Transparansi Pemerintah Soal Stok BBM untuk Tiga Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan