Remaja SMK Tewas Tertabrak Kereta di Simalungun
Senin (19/1) lalu, sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa seorang pelajar di Kabupaten Simalungun. Joel Nainggolan, siswa SMK Negeri asal Pematangsiantar yang baru berusia 16 tahun, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api. Kejadian ini terjadi di jalur perlintasan KM 38, tepatnya di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok.
Kondisi korban saat ditemukan benar-benar memprihatinkan. Kapolsek Serbelawan, AKP Gunawan Sembiring, menggambarkan luka yang diderita Joel sangat fatal.
"Korban kami temukan dalam keadaan sekarat. Kondisinya sangat parah akibat benturan keras dengan kereta api," kata Gunawan, Selasa (20/1).
Menurutnya, Joel mengalami luka serius di bagian kepala sebelah kanan dan tulang tangan kanannya patah. Upaya penyelamatan pun langsung dilakukan dengan membawanya ke Rumah Sakit Efarina Pematangsiantar. Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Joel dinyatakan meninggal sesampainya di rumah sakit.
"Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Semua saksi sudah kami minta keterangan," ucap Gunawan.
Dari penyelidikan sementara, polisi mengetahui bahwa korban memang rutin melintasi rel tersebut. "Berdasarkan hasil penyelidikan kami, korban memang biasa melintas jalur tersebut setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah," sambungnya.
Di sisi lain, kesaksian seorang warga, Candra Teo Anugrah, sedikit menguak detik-detik sebelum kecelakaan. Ia melihat Joel berjalan dari Gang Melati Lingkungan VI menuju Perumahan Residence Sinaksak, tempat tinggalnya.
"Saya lihat korban sedang berjalan menunduk sambil menyeberangi rel. Kebetulan kereta api Siantar Express melaju dari arah Siantar menuju Medan. Jaraknya mungkin sekitar 20 meter saja," ucap Candra.
Situasi saat itu mencekam. Candra berusaha memperingatkan Joel yang tampak tak menyadari bahaya. Kereta sudah mendekat dengan klakson yang dibunyikan masinis.
"Masinis sudah membunyikan klakson panjang, tapi sepertinya dia tidak mendengar. Saya sudah teriak keras memanggil, tapi tidak dihiraukan. Detik berikutnya, langsung tertemper dan terpental," imbuh Candra, menggambarkan kejadian yang berlangsung begitu cepat.
Pertanyaan besar yang kini masih digali adalah mengapa Joel sama sekali tidak mendengar klakson kereta maupun teriakan peringatan dari warga sekitar. Polisi masih mendalami faktor penyebabnya, mencoba menyusun puzzle duka keluarga yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak