Kehadiran yang Menenangkan
Manfaat utama dari obrolan satu arah ini sebenarnya terletak pada ketiadaan penilaian. Ngobrol sama manusia kan kadang ribet. Harus mikirin diksi, takut salah paham, atau khawatir dihakimi. Dengan kucing, semua beban itu hilang.
Mereka adalah pendengar yang aktif dengan caranya sendiri. Responnya mungkin cuma kedipan mata pelan yang sering disebut "cat kiss" atau dengkuran yang getarannya terasa di pangkuan. Cuma duduk diam di samping kita pun, kehadirannya punya efek menenangkan bagi saraf yang tegang.
Ambil contoh dengkuran mereka. Frekuensinya, antara 20 sampai 140 Hz, secara medis diketahui bisa menurunkan tekanan darah dan bahkan membantu penyembuhan. Jadi, saat kita curhat dan mereka membalas dengan mendengkur, sebenarnya sedang terjadi proses terapi timbal balik. Kita kasih afeksi lewat kata, mereka balas dengan getaran yang menyehatkan.
Jadi, Teruskan Saja Obrolannya
Kesimpulannya, nggak perlu malu kalau ketahuan lagi diskusiin masalah hidup sama kucing peliharaan. Entah itu tentang mau masak apa, atau keluhan soal rekan kerja yang menyebalkan.
Komunikasi seperti ini justru melatih kepekaan kita terhadap bahasa tubuh dan empati. Kalau penelitian membuktikan kucing berusaha memahami kita, hal paling baik yang bisa kita lakukan adalah menghargai upaya mereka dengan tetap mengajak mereka "berbicara".
Hubungan ini mengajarkan satu hal: komunikasi yang paling dalam nggak selalu butuh kata-kata yang sempurna. Kadang, yang dibutuhkan cuma kehadiran, nada suara yang tulus, dan perasaan tenang karena tahu ada makhluk lain yang merasakan apa yang kita rasakan. Itu bukan kegilaan. Itu bentuk kasih sayang yang sederhana dan nyata.
Artikel Terkait
Buaya Muara Nongkrong di Depok, Warga Sekolah Cemas
SBY Peringatkan Dunia: Geopolitik Memanas Bak Jelang Perang Besar
Mantan Wamenaker Noel Gerungan Diadili, Terima Gratifikasi Rp3,3 Miliar dan Motor Ducati
Cosplay Cokelat Saylviee: Dari Basis Penggemar ke Ledakan Viral di TikTok