Prabowo Disambut Hangat di Stansted, Agenda Padat Menanti di London

- Senin, 19 Januari 2026 | 14:48 WIB
Prabowo Disambut Hangat di Stansted, Agenda Padat Menanti di London

Bandara London Stansted ramai oleh kehadiran rombongan dan tamu undangan pada Minggu (18/1) sore waktu setempat. Mereka menunggu kedatangan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang baru saja mendarat dalam rangka kunjungan kerja resmi ke Inggris.

Begitu turun dari pesawat, Prabowo langsung disambut hangat. Ada Deputy Lieutenant of Essex, Mark Bevan, dan Adele Taylor MBE selaku Special Representative dari Foreign Secretary. Tak ketinggalan, Dubes RI untuk Inggris, Desra Percaya, serta Dubes Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, juga ikut menyambut. Kolonel Inf. Wiyata S. Aji, Atase Pertahanan kita di sana, turut hadir dalam sambutan itu.

Setelah perjalanan panjang, Presiden kemudian bergerak menuju hotel untuk beristirahat sejenak. Rombongan kerjanya sendiri cukup besar, di antaranya ada Seskab Teddy Indra Wijaya, Mendikti Brian Yuliarto, dan Menhut Raja Juli Antoni. Tokoh swasta seperti Aburizal Bakrie dan Ketum Kadin Anindya Bakrie juga ikut serta dalam lawatan kali ini.

Yang cukup menyentuh, kedatangannya juga disambut oleh sejumlah WNI dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Inggris. Mereka tampak antusias menyambut sang presiden.

"Terima kasih Bapak Presiden sudah datang mengunjungi kami di Inggris, kesannya sangat memberikan dukungan kepada kami khususnya mahasiswa," ujar Steve Mara dengan nada bersemangat.

Seorang mahasiswa lain, Adiya, juga punya kesan mendalam. "Jujur bisa dikatakan amaze. Beliau sangat humble," katanya.

Agenda utama kunjungan ini tentu saja padat. Prabowo dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris yang baru, Keir Starmer. Tak hanya itu, pertemuan tingkat tinggi dengan Raja Charles III di St. James’s Palace juga masuk dalam agenda. Ini semua bagian dari diplomasi intensif antara Jakarta dan London.

Hubungan kedua negara sebenarnya sudah terjalin lama, tepatnya sejak Desember 1949. Dan sejak saat itu, kerja sama terus berkembang dengan cukup konsisten.

Kini, kolaborasi Indonesia-Inggris mencakup banyak sektor prioritas. Ruang lingkupnya komprehensif, mulai dari ekonomi hingga isu-isu global yang jadi perhatian bersama.

Di sisi lain, kemitraan strategis yang sedang dibangun ini bertumpu pada empat pilar utama. Pertama, soal pertumbuhan ekonomi. Lalu ada pilar iklim, energi, dan alam. Yang ketiga, pertahanan dan keamanan. Serta yang terakhir, fokus pada manusia dan masyarakat. Keempatnya menjadi fondasi untuk hubungan ke depan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar