Sebuah peristiwa tragis berakhir dengan tewasnya seorang mahasiswa di Bantul. Korban, AG (20 tahun), berasal dari Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Ia meninggal dunia akibat luka tusuk.
Polres Bantul akhirnya berhasil mengamankan tersangka pelakunya. Orang itu berinisial AA (23 tahun), yang ternyata juga berasal dari Paniai, Papua Tengah.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan proses penangkapan itu. "Tim Opsnal Jatanras Polres Bantul melaksanakan penyelidikan. Selanjutnya dari hasil penyelidikan, didapatkan petunjuk mengarah kepada terduga pelaku saudara AA," ujarnya pada Minggu (18/1).
Menurut Rita, AA berhasil diamankan di daerah Banguntapan pada Sabtu sore. "Setelah dilakukan penangkapan terhadap orang yang kuat diduga sebagai pelaku tindak pidana tersebut selanjutnya dilakukan interogasi awal dan terduga pelaku pun mengakuinya," katanya menambahkan. Untuk motifnya sendiri, polisi masih mendalami apa yang mendorong AA melakukan kejahatan ini.
Kecelakaan Picu Perkelahian
Cerita bermula sehari sebelumnya. AG ditemukan sudah tak bernyawa di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, tepatnya pada Sabtu (17/1). Tubuhnya terdapat luka tusukan yang mematikan.
Kejadiannya berawal dari sebuah kecelakaan sederhana. AG dan pelaku saat itu sedang berboncengan menggunakan motor. Nahas, motor yang mereka tumpangi menabrak sebuah pohon.
"Dalam keadaan mabuk berboncengan menggunakan sepeda motor Beat warna hitam dari arah selatan gang ke utara, sesampai dekat warung menabrak pohon tanjung kecil," jelas Rita pada hari kejadian.
Siapa yang saat itu mengemudikan motor, masih simpang siur. Tapi yang jelas, kecelakaan itu memicu amarah keduanya. Mereka pun berkelahi hebat. Perkelahian itu tak berhenti di pukulan. Pelaku kemudian menghunus senjata tajam dan menusukkannya ke tubuh AG.
"Jadi pelaku berboncengan dengan korban. Kemudian terjatuh dan berkelahi. Kemudian korban dipukuli oleh pelaku sampai ditusuk dengan sajam (senjata tajam)," tutur Rita.
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap luka di dada kiri korban, berukuran 2x1 cm. Usai melukai AG, AA kabarnya mengamuk. Ia mengacungkan senjata tajamnya ke arah warga yang berusaha mendekat.
"Kemudian warga kabur karena ketakutan. Kemudian pelaku meninggalkan TKP ke arah utara," pungkas Rita menggambarkan suasana mencekam saat itu.
Artikel Terkait
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak