Dengan tanggung jawab seperti itu, wajar jika honoriumnya diprediksi lebih tinggi ketimbang anggota panel. Apalagi misinya berat: mengarahkan dana yayasan untuk isu-isu seperti pengentasan kemiskinan global dan pembangunan ekonomi yang inklusif. Besaran pastinya biasanya bisa dilacak melalui laporan keuangan publik yayasan.
Misi Besar untuk Dua Dekade ke Depan
Penunjukan ini bukan sekadar titel. Sri Mulyani bakal terlibat langsung dalam transformasi yayasan untuk 20 tahun mendatang. Fokusnya jelas: mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya bisa dicegah, memberantas ancaman penyakit menular mematikan, dan tentu saja, mengangkat jutaan orang dari jerat kemiskinan.
Soal alasan memilih Sri Mulyani, CEO Gates Foundation Mark Suzman punya penjelasan.
"Sri Mulyani membawa pengalaman yang sangat mendalam dalam membentuk hasil pembangunan ekonomi yang lebih adil. Keahlian ini penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan kami," ujar Suzman.
Yayasan sendiri menilai momen ini tepat. Dan Sri Mulyani tampaknya menyambut tantangan ini dengan serius.
"Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar mungkin bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bisa bergabung," kata Sri Mulyani dalam pernyataannya di situs web Gates Foundation.
Dia juga mengungkapkan, kolaborasinya dengan yayasan ini sudah berjalan sekitar sepuluh tahun terakhir, terutama untuk mendorong pemanfaatan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Jadi, kerjasama ini bukan hal yang benar-benar baru. Lebih seperti penguatan arah untuk langkah-langkah besar selanjutnya.
Artikel Terkait
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak
ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada