Di sisi lain, buku “Gibran End Game” karya Dr. Rismon dibedah dengan cukup komprehensif. Kupasannya substantif dan penuh data faktual yang sulit dibantah. Salah satu poin kritisnya menyoroti surat keterangan penyetaraan yang menyamakan pengalaman Gibran dengan lulusan SMK. Menurut analisis dalam buku, hal itu tak punya landasan kurikuler yang utuh karena tidak melalui tahap pendidikan menengah secara penuh.
Usai acara, Syafril Sjofyan selaku panitia dan moderator memberikan penjelasan tegas kepada pers.
Sementara itu, pembukaan acara diwakili oleh Brigjen TNI Purn. Hidayat Poernomo. Ia mewakili GAUM-K menyampaikan poin-poin penting.
Acara yang berlangsung panas dan penuh semangat itu akhirnya ditutup dengan foto bersama. Suara yel-yel peserta menggema di ruangan: “Adili Jokowi! Makzulkan Gibran!”. Suasana begitu terasa, meninggalkan kesan yang jauh dari sekadar diskusi buku biasa.
Artikel Terkait
Persebaya dan Persib Bermain Imbang 2-2 dalam Laga Sengit di Surabaya
Jadwal Imsak dan Shalat di Medan Hari Ini, 3 Maret 2026
PSM Makassar Tumbang 2-4 dari Persita, Suporter Turun Lapangan Protes
Longsor di Jalur Bromo, Truk Terjun ke Jurang 50 Meter