Pertama, soal Israel. Pahlavi berjanji akan segera memberikan pengakuan diplomatik. Tak cuma itu, ia ingin memperluas perjanjian Abraham Accords menjadi sesuatu yang ia sebut "Cyrus Accords" – sebuah nama yang sarat simbol sejarah Persia.
Kedua, mengenai isu nuklir yang selalu panas. Ia bersumpah akan menghentikan seluruh program nuklir militer Iran. Visinya adalah menjadikan Iran sebagai mitra keamanan global, bukan ancaman.
Dan ketiga, normalisasi hubungan dengan Amerika Serikat. Ia berniat membuka kembali jalur diplomasi dan bekerja sama memerangi terorisme serta paham ekstrem.
Pesan video itu, yang diliput oleh sejumlah media besar, beredar luas di internet. Isinya langsung memicu beragam spekulasi. Apakah ini sinyal bagi para demonstran di dalam negeri? Atau justru pesan untuk kekuatan asing? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Isra Mikraj di Era Digital: Ketika Logika Tak Mampu Menjawab
Bedah Buku di Bandung Guncang: Tuntutan Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran Mengemuka
Dirjen Haji Panggil Sejumlah Biro, Dua Aduan Jemaah Tuntas Lewat Mediasi
Lagu-Lagu BTS yang Bisa Jadi Suntikan Semangat di Hari-Hari Lelah