Jasad Syafiq akhirnya tiba di basecamp sekitar pukul 14.30 WIB. Soal penyebab pasti kematiannya, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Di akhir pernyataannya, Budiono menyampaikan apresiasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,”
katanya.
Kisahnya bermula pada Sabtu, 27 Desember 2025. Syafiq mendaki Slamet bersama seorang teman, Himawan Haidar Bahran. Mereka start dari Basecamp Dipajaya di Pemalang dengan rencana pendakian singkat tek-tok, istilahnya tanpa bermalam dan turun keesokan harinya.
Namun rencana berantakan di tengah jalan. Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq, berinisiatif turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Dia pergi, dan tak pernah kembali.
Khawatir dengan nasib keduanya, relawan gabungan pun menggelar pencarian pada Minggu malam, 28 Januari. Himawan berhasil ditemukan di Pos 9 dan dievakuasi dalam kondisi lemas pada Selasa (30/12). Sementara pencarian untuk Syafiq harus berlanjut, hingga berakhir tragis di jurang itu.
Artikel Terkait
Seohyun dan Taecyeon Bikin Penonton Tak Move On dari The First Night with the Duke
Pengacara Eggi Sudjana Ungkap Syarat Berat di Balik SP3 Kasus Ijazah Jokowi
Di Balik Goyangan dan Lagu, Kisah Abah Rudi Bertahan Hidup di Simpang Dago
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation, Berapa Gajinya?