Sindikat Bayi di Medan Terbongkar, TikTok Jadi Pasar Gelap

- Kamis, 15 Januari 2026 | 22:24 WIB
Sindikat Bayi di Medan Terbongkar, TikTok Jadi Pasar Gelap

tegas Calvijn.

Dari pengembangan kasus, jaringannya ternyata lebih luas. HD mengaku sudah melakukan perdagangan bayi setidaknya dua kali, tapi penyidik menduga jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Mereka juga menemukan komunikasi HD dengan dua bidan, VL dan HR, yang diduga terlibat. Total, sudah sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Motif di Balik Perdagangan Bayi

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, memberi gambaran yang lebih suram. Jaringan ini ternyata tak hanya beroperasi di Medan. Wilayah kerjanya menjangkau sejumlah daerah di Sumatera Utara, bahkan sampai Pekanbaru dan Aceh.

“Sementara keterangan yang kita dalami sampai tahap itu,”

kata Bayu.

Harganya? Bayi dibeli dari orang tua kandungnya dengan tarif sekitar sembilan sampai sepuluh juta rupiah. Lalu, dijual kembali dengan harga yang melonjak, antara lima belas hingga dua puluh lima juta rupiah. Harganya tergantung kondisi bayi.

“Pilihan yang terbaik dari pemilik akhir ini, bayi yang masih ada ari-arinya,”

tutur Bayu, menyebut preferensi mengerikan dari calon pembeli.

Sampai saat ini, buruan polisi masih ada tiga orang lagi: X, Y, dan Z. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga masih punya peran dalam sindikat keji ini. Pencarian terus dilakukan.


Halaman:

Komentar