SBY Tegaskan AHY sebagai Satu-satunya Matahari yang Tentukan Arah Partai Demokrat

- Kamis, 15 Januari 2026 | 14:50 WIB
SBY Tegaskan AHY sebagai Satu-satunya Matahari yang Tentukan Arah Partai Demokrat

Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai "satu-satunya matahari" di Partai Demokrat, tentu saja langsung jadi bahan perbincangan hangat. Analis politik Adi Prayitno melihatnya sebagai isu yang meledak, terutama di jagat media sosial. Menurutnya, pernyataan itu bukan sekadar kiasan biasa, melainkan sinyal politik yang kuat.

Unggahan Adi di kanal YouTube-nya, Rabu lalu, mendalami hal ini. Ia menempatkan pernyataan SBY dalam konteks acara internal partai, di mana mantan presiden itu menggantikan AHY yang berhalangan hadir karena tugas negara. Poin "country first dan people first" sengaja ditekankan SBY.

"Ini konteks politik yang penting," jelas Adi.

"SBY, dengan menggantikan posisi AHY yang mestinya memberi sambutan, ingin menegaskan satu hal. Semua instruksi dan kebijakan partai sekarang ada di tangan AHY sebagai ketua umum. Posisi SBY sendiri lebih sebagai mentor senior."

Tanggapan dari internal partai pun datang. Politisi Demokrat Dedi Yusuf membenarkan bahwa pernyataan SBY itu faktual. Garis partai, instruksi, dan petunjuk memang berada di pundak ketua umum, yaitu AHY. Peran SBY, sekali lagi, adalah memberi pengarahan.

Namun begitu, Adi Prayitno mengingatkan, sulit rasanya memisahkan figur SBY dari Partai Demokrat. Bagi banyak pemilih, SBY masih menjadi magnet utama. Jasanya mengantarkan partai itu menang Pilpres 2004 dan 2009 tak bisa dihapus begitu saja.

Tapi secara struktural, kenyataannya berbeda. Kini, keputusan akhir ada di tangan AHY. Dialah yang menjadi "veto player", penentu arah kebijakan Demokrat ke depan.

"Pernyataan 'satu-satunya matahari' itu, "the one and only", ya hanya AHY," ujar Adi.

"Ini semua dikaitkan dengan upaya membangun momentum. Agar Demokrat tetap kompetitif di masa datang."

Belakangan, publik memang mempersepsikan Partai Demokrat sedang serius mempersiapkan AHY untuk kontestasi 2029. Posisinya sebagai Menko Infrastruktur dinilai strategis, mampu mendongkrak elektabilitas. Tak heran jika namanya kerap muncul di survei, setidaknya sebagai calon wakil presiden potensial.

Kesimpulan Adi cukup jelas: pernyataan SBY itu adalah penegasan. Garis komando dan masa depan partai, kini sepenuhnya dipegang AHY.

"Inilah yang membuat bobot kepemimpinan AHY selalu diperbincangkan. Dia dilihat punya bekal, dinilai potensial untuk jadi salah satu calon pemimpin kita nanti," pungkas Prayitno.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar