Erlita, salah satu warga, menggambarkan momen itu sebagai pengalaman menegangkan yang tak terlupakan.
katanya, Selasa (13/1).
Kisah ini pun viral, menyentuh banyak hati. Tapi di baliknya, tersimpan masalah yang runyam. Kasmah, tetangga mereka, mengungkapkan persoalan yang dihadapi keluarga ini. NR tak punya BPJS, KTP-nya hilang, begitu juga Kartu Keluarga. Ekonomi mereka serba sulit.
ujar Kasmah.
Menariknya, ada fakta yang terlewat. Bidan Rahayu kemudian menyebut, dari pemeriksaan Puskesmas, NR sebenarnya punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang aktif. Hanya saja, karena bermasalah dengan administrasi KK, keluarga ini sendiri tidak mengetahuinya.
kata Bidan Rahayu.
Jadi, di satu sisi, kita melihat kekuatan luar biasa dari gotong royong warga. Di sisi lain, cerita ini adalah pengingat pedas. Betapa akses informasi dan layanan kesehatan yang merata masih menjadi barang mewah bagi sebagian orang. Sebuah bayi selamat lahir di teras musala, bukan hanya karena pertolongan manusia, tapi juga meski berhadapan dengan sistem yang rumit.
Artikel Terkait
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadhan Wajah Asli Indonesia
Jadwal Imsak dan Salat untuk Warga Medan, 1 Maret 2026
Gibran dan Sejumlah Pejabat Beri Angpao ke Barongsai di Puncak Imlek 2026
Drama Injury Time, Brentford Tumbangkan Burnley 4-3 di Liga Premier