Erlita, salah satu warga, menggambarkan momen itu sebagai pengalaman menegangkan yang tak terlupakan.
katanya, Selasa (13/1).
Kisah ini pun viral, menyentuh banyak hati. Tapi di baliknya, tersimpan masalah yang runyam. Kasmah, tetangga mereka, mengungkapkan persoalan yang dihadapi keluarga ini. NR tak punya BPJS, KTP-nya hilang, begitu juga Kartu Keluarga. Ekonomi mereka serba sulit.
ujar Kasmah.
Menariknya, ada fakta yang terlewat. Bidan Rahayu kemudian menyebut, dari pemeriksaan Puskesmas, NR sebenarnya punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang aktif. Hanya saja, karena bermasalah dengan administrasi KK, keluarga ini sendiri tidak mengetahuinya.
kata Bidan Rahayu.
Jadi, di satu sisi, kita melihat kekuatan luar biasa dari gotong royong warga. Di sisi lain, cerita ini adalah pengingat pedas. Betapa akses informasi dan layanan kesehatan yang merata masih menjadi barang mewah bagi sebagian orang. Sebuah bayi selamat lahir di teras musala, bukan hanya karena pertolongan manusia, tapi juga meski berhadapan dengan sistem yang rumit.
Artikel Terkait
Summer Again: Kisah Balet, Manga, dan Cinta yang Tumbuh di Antara Pertengkaran Masa Kecil
Teror Hewan Buas di Kuningan, Puluhan Domba Tewas Digigit
Tito Tantang Kepala Daerah: Berani Berinovasi atau Terjebak Ketergantungan
Empat Inovasi Siswa Medan Sabet Medali di Ajang Bergengsi Thailand