Maka, dipilihlah solusi yang lebih cepat dan lincah. "Kami berangkat naik motor. Empat orang, bagi dua motor, biar cepat sampai. Lagian, gang menuju lokasi sempit. Motor lebih mudah masuk," lanjutnya.
Sesampai di tempat kejadian, prioritas pertama adalah menenangkan kedua orang tua yang sudah hampir hilang akal. Setelah situasi sedikit mereda, barulah tim bergerak. Dengan menggunakan linggis, mereka mulai mencongkel bagian kunci yang rusak itu.
"Kami pastikan dulu kuncinya memang benar-benar macet. Lalu minta izin pada ibunya untuk merusak rumah kunci. Setelah diizinkan, kami eksekusi," ujar Juned.
Dan akhirnya, pintu itu terbuka.
Adegan yang menyambut mereka justru mengejutkan sekaligus menggelikan. Bayi lima bulan itu sudah terbangun. Namun, alih-alih menangis histeris, ia malah terduduk tenang di dalam.
"Alhamdulillah, bayinya baik-baik saja," tutur Juned, seolah masih bisa membayangkan pemandangan itu. "Dia cuma melongo saja, bingung kayaknya. Ada apa ini gerangan? Lucu sekali kesannya, karena dia sama sekali nggak nangis. Cuma bengong memandangi kami."
Sebuah akhir yang melegakan untuk sebuah pagi yang sempat mencekam. Semua berakhir dengan tawa dan rasa syukur, berkat ketangkasan dan kecepatan tim yang datang dengan dua motor itu.
Artikel Terkait
Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan Tersangka, Kuota Haji 2023-2024 Diduga Rugikan Negara Triliunan
Menteri Kehutanan Bekuk Akses Kayu Hutan Usai Banjir Besar Sumatera
Seribu Taruna KKP Diterjunkan ke Medan Bencana Sumatra
Truk Angkut Beras Terjun ke Sungai di Genuk, Sopir Tewas Terjebak