Rabu (14/1) kemarin, pemandangan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai berubah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mulai membongkar tiang-tiang monorel yang sudah lama mangkrak. Rencananya, pekerjaan untuk menurunkan 109 tiang itu bakal rampung pada September 2026.
Menurut Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo, langkah ini bukan cuma buat menghilangkan pemandangan usang. Dia bilang, dampaknya bisa signifikan buat arus lalu lintas.
“Hasil asesmen kami, dengan ada penambahan satu lajur cepat dan dihilangkan median pemisah, akan ada perbaikan sekitar 18 persen unjuk kerja jaringan di Rasuna Said ini,” ujar Syafrin di lokasi.
Angka 18 persen itu merujuk pada peningkatan kelancaran dan efektivitas jalan. Cukup signifikan, bukan?
Nah, yang jadi perhatian utama tentu saja soal kemacetan. Jangan sampai proyek bongkar justru bikin ruwet. Untuk itu, Syafrin menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dirancang tanpa perlu menutup jalan sama sekali. Semua dikerjakan malam hari, dengan target satu tiang per malam.
“Tidak ada penutupan jalan. Pekerjaannya itu pada malam hari. Pemotongan tiang itu rencana satu tiang satu malam,” tegasnya.
Waktunya pun dipilih saat arus kendaraan mulai reda, meski tak sepi benar: dari pukul 23.00 WIB sampai 05.00 WIB. Penutupan lajur dilakukan secara bertahap dan cerdas cuma di lajur lambat.
Artikel Terkait
Belajar Lesahan di Beranda: Nasib 248 Siswa SDN Tlagah 2 Menunggu Janji Rehab 2026
Preman Exit Tol Rawa Buaya Main Kucing-kucingan dengan Aparat
Bebas Tiga Jam, Mantan Napi Bobol Rumah Tetangga di Ponorogo
Surplus Beras di Gudang, Harga Mahal di Pasar: Kedaulatan Pangan yang Masih Rapuh