Rabu (14/1) lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono tampil untuk menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan. Suasana ruang konferensi terasa berat, mencerminkan isi pidatonya yang tegas. Ia bicara soal sebuah prinsip yang menurutnya sedang mengganggu ketenangan dunia: "Might Makes Right". Atau dalam bahasa kita, siapa yang kuat, dialah pemenangnya.
Bagi Sugiono, cara berpikir seperti inilah yang perlahan-lahan merusak keseimbangan global. Standar ganda kini dipraktikkan terang-terangan, menggerogoti kepercayaan yang seharusnya jadi fondasi hubungan antarnegara.
Yang lebih memprihatinkan, di tengah situasi pelik ini, sejumlah negara kunci justru memilih mundur. Mereka menarik diri dari tanggung jawab mengurus tata kelola dunia. Kalau dibiarkan terus, dampaknya bisa sangat serius. Negara-negara akan masuk ke mode bertahan masing-masing, menutup diri, dan itu jelas bukan iklim yang sehat bagi diplomasi.
Artikel Terkait
Preman Exit Tol Rawa Buaya Main Kucing-kucingan dengan Aparat
Bebas Tiga Jam, Mantan Napi Bobol Rumah Tetangga di Ponorogo
Surplus Beras di Gudang, Harga Mahal di Pasar: Kedaulatan Pangan yang Masih Rapuh
Nestle Tarik Paksa Ratusan Produk Susu Bayi di Seluruh Dunia