Salah satu bagian dari video Mens Rea Pandji yang benar-benar bikin emosi. Kisahnya tentang seorang pemuda bernama Gamma.
Nasibnya sungguh tragis. Pertama, nyawanya diambil. Lalu, namanya dihancurkan. Sudah tewas ditembak, malah dituduh terlibat tawuran. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Awalnya, polisi kesulitan menemukan bukti rekaman CCTV. Saat konferensi pers, mereka justru memamerkan senjata yang diklaim sebagai barang bukti tawuran. Situasinya terasa gelap dan penuh tanda tanya.
Namun belakangan, CCTV itu akhirnya muncul juga. Rekamannya jelas: Gamma dan temannya hanya naik motor. Tak ada senjata apa pun yang mereka bawa. Fakta ini bertolak belakang dengan pernyataan polisi sebelumnya.
Kapolrestabes Semarang saat itu, Kombes Irwan Anwar, disebut-sebut memberikan pernyataan yang menyesatkan. Dia menuduh korban tawuran dan memamerkan senjata yang sepertinya bukan milik korban.
Lalu, apa konsekuensinya bagi sang Kapolrestabes?
Ini yang bikin banyak orang geleng-geleng. Alih-alih mendapat sanksi, dia justru naik pangkat. Kini, Irwan Anwar sudah menyandang bintang satu di pundaknya, menjadi Brigadir Jenderal.
Jabatannya sekarang adalah Widyaiswara di Sespim Lemdiklat Polri. Sebuah promosi yang, bagi sebagian orang, terasa pahit untuk dicerna melihat latar belakang kasusnya.
Semua ini terekam dan diungkit kembali oleh Pandji dalam videonya. Sebuah potongan kisah yang meninggalkan banyak pertanyaan tentang keadilan dan akuntabilitas.
Artikel Terkait
Jakarta LavAni dan Bhayangkara Presisi Pastikan Duel di Final Proliga 2026
Prabowo Serukan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD Se-Indonesia untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Borneo FC Kalahkan PSM Makassar 2-1 di Stadion Andi Mattalatta
Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Aman