Data BPJS Bakal Jadi Kunci Pemeriksaan Kesehatan Calon Haji 2026

- Rabu, 14 Januari 2026 | 06:18 WIB
Data BPJS Bakal Jadi Kunci Pemeriksaan Kesehatan Calon Haji 2026

Pemerintah bakal memperketat syarat kesehatan untuk calon jemaah haji tahun 2026. Nantinya, pengecekan akan dilakukan berlapis-lapis. Mulai dari medical check-up lengkap di rumah sakit, hingga pemeriksaan ulang yang ketat di embarkasi, tepat sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Menariknya, data kesehatan para calon jemaah ini sebenarnya sudah bisa dilacak lebih dulu. Caranya? Lewat integrasi data dengan aplikasi BPJS Kesehatan. Jadi, riwayat penyakit atau konsultasi medis mereka dalam beberapa bulan terakhir bisa terpantau.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan strategi ini.

“Jadi upaya kita sebenarnya adalah mendapatkan data kesehatan jemaah sebelum kita periksa. Dan yang bisa memberikan data itu adalah jemaah yang sudah menjadi peserta BPJS,” ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa lalu.

Menurut Liliek, data itu sudah terintegrasi. “Jadi kalau peserta jemaah itu adalah peserta BPJS, manakala dia datang ke faskes, data tersebut akan terlihat,” katanya.

“Kalau dalam tiga bulan terakhir pernah mengakses rumah sakit, akan disebutkan diagnosisnya apa. Nah, pemeriksaan kesehatan yang kita lakukan adalah mengonfirmasi apakah penyakitnya stabil atau tidak,” sambungnya.

Dari situ, tim kesehatan bisa menilai. Apakah kondisi penyakit yang diderita calon jemaah sudah stabil atau belum. Ini ditambah lagi dengan hasil medical check-up lengkap dari rumah sakit. Harapannya jelas. “Mudah-mudahan yang kita berangkatkan benar-benar jemaah yang riwayat kesehatannya bagus,” harap Liliek.

Namun begitu, prosesnya tidak berhenti di situ. Pemeriksaan kembali akan dilakukan di embarkasi. Kenapa harus ketat sekali? Pasalnya, otoritas Arab Saudi juga kerap melakukan screening acak terhadap jemaah yang baru tiba.

“Di embarkasi, seperti yang tadi kami sampaikan, Arab Saudi juga akan melakukan screening kepada jemaah haji kita saat mereka tiba di bandara, baik di Jeddah maupun Madinah,” jelas Liliek.


Halaman:

Komentar