Remaja Bergigi Kawat Ditemukan Tewas Terjerat di TPU Bekasi

- Selasa, 13 Januari 2026 | 12:06 WIB
Remaja Bergigi Kawat Ditemukan Tewas Terjerat di TPU Bekasi

Suasana hening di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kompleks BRI, Bekasi Barat, mendadak berubah Minggu siang lalu. Sekitar pukul satu siang, seorang peziarah terperanjat. Di antara nisan dan pepohonan, terbaring seorang remaja laki-laki tak bernyawa. Posisinya tengkurap, tubuhnya hampir tersamar oleh tumpukan daun-daun kering.

Polisi pun bergegas ke lokasi. Yang mereka temukan, korban mengenakan celana jeans biru dan kaus abu-abu lengan panjang. Ada sandal dan alat vape tergeletak tak jauh dari sana. Tapi yang paling mencolok: lehernya terjerat ikat pinggang. Wajahnya memar, seolah terkena hantaman benda tumpul. Satu ciri yang mudah diingat di giginya terpasang kawat.

Hingga berita ini diturunkan, siapa dia masih jadi misteri. Tak ada kartu identitas, tak ada juga laporan warga tentang anggota keluarga yang hilang. Jasadnya kini masih disimpan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menunggu klaim.

Kapolsek Bekasi Barat, AKP Wahyudi, mengaku belum mendapat titik terang.

"Belum ditemukan identitasnya hingga sekarang," ucap Wahyudi.

Di sisi lain, polisi mulai menyusun dugaan. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, kemungkinan besar ini adalah pembunuhan. Alasannya sederhana tapi cukup kuat: tak ada jejak atau laporan tawuran di sekitar TPU saat kejadian.

"Dugaan sementara korban pembunuhan karena tidak ada kejadian tawuran di sekitar TKP," kata Braiel kepada awak media, Selasa (13/1).

Namun begitu, penyelidikan masih berjalan pelan. Polisi baru memeriksa tiga orang saksi awal. Mereka mendalami segala kemungkinan, mengumpulkan petunjuk sedikit demi sedikit.

Masyarakat pun diajak untuk membantu. Siapa pun yang mengenali remaja dengan ciri kawat gigi dan pakaian seperti yang disebutkan, diharap segera menghubungi Polres Metro Bekasi Kota. Mungkin saja ada keluarga di luar sana yang sedang cemas menunggu kabar.

Kasus ini meninggalkan banyak tanda tanya. Seorang remaja tewas mengenaskan di tempat yang seharusnya menjadi peristirahatan terakhir. Bagaimana dia bisa berakhir di sana, dan siapa yang bertanggung jawab, masih menjadi teka-teki yang harus dipecah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar