Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka 166 Sekolah Rakyat. Lokasinya tersebar di seluruh penjuru negeri, mencakup semua 34 provinsi. Langkah ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan upaya konkret pemerintah untuk membuka pintu pendidikan seluas-luasnya. Targetnya jelas: memastikan setiap anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem, bisa mengenyam pendidikan yang layak dan merata.
Menurut Angga Raka Prabowo dari Bakom Pemerintah RI, peresmian ini benar-benar menunjukkan betapa seriusnya negara menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama. Fondasi untuk membangun SDM Indonesia ke depan.
Inti dari Sekolah Rakyat ini sebenarnya sederhana: memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan. Caranya? Dengan menyediakan sekolah berasrama yang sepenuhnya dibiayai negara. Anak-anak dari keluarga paling memprihatinkan mereka yang masuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan data DTSEN akhirnya punya peluang. Peluang untuk mengubah jalan hidup mereka sendiri.
“Peresmian 166 Sekolah Rakyat ini menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan hak atas pendidikan yang layak,” ujar Angga, Selasa (13/1).
Dalam kesempatan itu, Prabowo sendiri punya pesan khusus untuk para siswa. Beliau menekankan soal membangun kepercayaan diri dan semangat belajar. Kondisi ekonomi keluarga jangan sampai membuat mereka kecil hati.
Justru, dengan tekun belajar, masa depan bisa diperbaiki. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk mengangkat harkat keluarga.
Artikel Terkait
Komisi II Buka Pintu untuk Revisi UU Pemilu, Usul Gabung dengan RUU Pilkada
LBH Ansor Bongkar Kelemahan Hukum Kasus Gus Yaqut
Gibran Borong Ikan dan Cabai di Pasar Biak, Warga Ramai Berebut Swafoto
Intelijen Asing dan Seni Menciptakan Kekacauan: Ketika Perang Berubah Wujud