Serangan Israel Tewaskan 40 Anak Perempuan di Sekolah Dasar Iran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:50 WIB
Serangan Israel Tewaskan 40 Anak Perempuan di Sekolah Dasar Iran

Serangan Israel di wilayah Iran semakin menjadi-jadi. Pagi itu, di kota Minab yang terletak di provinsi Hormozgan, sebuah rudal menghantam sebuah sekolah dasar putri. Suasana yang semestinya dipenuhi celoteh anak-anak, berubah jadi chaos.

Angka korban yang berjatuhan sungguh memilukan. Televisi pemerintah Iran mengumumkan, sedikitnya 40 nyawa melayang semuanya adalah anak-anak perempuan yang sedang menuntut ilmu.

“Jumlah korban tewas dari sekolah dasar perempuan Minab telah mencapai 40 orang,” begitu bunyi keterangan resmi yang dikutip media internasional.

Belum lagi mereka yang terluka. Menurut laporan lain, korban luka mencapai 45 orang. Dan angka ini diprediksi bakal terus naik, mengingat proses evakuasi di lokasi reruntuhan masih berlangsung. Petugas gabungan berusaha menyisir puing, berharap menemukan yang selamat.

Serangan mematikan ini ternyata hanya satu bagian dari aksi yang lebih besar. AS dan Israel disebut melancarkan serangan gabungan ke beberapa titik di Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Alasannya klasik: menghilangkan ancaman yang mereka klaim ditimbulkan oleh rezim di Teheran.

Dukungan untuk operasi ini bahkan diisyaratkan langsung dari pucuk pimpinan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan video terpisah, tak cuma membenarkan serangan. Mereka juga bicara soal perlunya perubahan di ibu kota Iran.

Di sisi lain, reaksi dari Iran keras dan tegas. Pemerintahnya menyebut aksi ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak termaafkan. Militer Iran tak tinggal diam; mereka berjanji akan membalas. Ancaman serangan balasan digaungkan, menambah suhu panas di kawasan yang sudah lama memanas.

Kini, yang tersisa adalah duka mendalam di Minab. Sementara ancaman eskalasi justru menggantung, makin menebal di udara.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar