Prabowo Terkesima, Hampir Menangis Saat Saksikan Kehebatan Murid Sekolah Rakyat

- Senin, 12 Januari 2026 | 13:54 WIB
Prabowo Terkesima, Hampir Menangis Saat Saksikan Kehebatan Murid Sekolah Rakyat

Di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, suasana Senin siang itu terasa hangat. Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi. Acara yang berlangsung kemarin, 12 Januari, ternyata menyimpan kejutan yang tak terduga bagi sang Presiden.

Rupanya, ia benar-benar terpukau. “Saya terkesima hari ini, terus terang saja, terkesima,” ucap Prabowo, masih tampak takjub.

Pujiannya meluncur spontan usai menyaksikan penampilan para murid. Yang membuatnya kagum bukan cuma satu hal. Ada anak yang mampu berpidato menggunakan beberapa bahasa asing sekaligus. Menurut Prabowo, kemampuan bahasa Inggris mereka luar biasa bagus.

“Saya besar di luar negeri, kalau bahasa Inggris saya bagus ya wajar. Tapi anak-anak ini… Saya kagum juga sama dia tadi, siapa namanya itu?”

Kekagumannya tak berhenti di situ. Di sisi lain, ia juga menyinggung prestasi akademik yang telah dicapai. Padahal, program Sekolah Rakyat ini baru berjalan enam bulan. Namun begitu, sejumlah anak sudah berhasil menjuarai berbagai olimpiade.

“Masa baru 6 bulan, tadi saya lihat sudah ada yang juara olimpiade matematika. Luar biasa,” katanya.

Momen haru pun tak terelakkan. Prabowo mengaku sempat kesulitan menahan gejolak perasaannya. “Saya sangat terkesima, sangat terharu bahkan. Mudah-mudahan kamera nggak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga itu,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini bukanlah pencapaian yang berdiri sendiri. Semua itu berkat dukungan dari banyak pihak. Dari kepala daerah hingga aparat keamanan di lapangan, semua punya andil.

“Program-program kita berhasil karena dukungan semua. Dukungan bupati, wali kota, gubernur, pimpinan polisi, pimpinan tentara. Ini bukti kita berbuat,” pungkas Prabowo.

Ia menutup pernyataannya dengan nada penuh harap. Berkat kolaborasi itu, anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan, kini punya secercah harapan baru untuk maju.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar