BANDUNG - Genangan air masih menyelimuti beberapa wilayah di Kabupaten Bandung. Hari ini, Sabtu, adalah hari kedua banjir akibat luapan Sungai Citarum. Tiga kecamatan masih jadi langganan terendam: Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Pantauan hingga siang tadi menunjukkan situasi belum membaik.
Di permukiman warga, air setinggi lutut orang dewasa hingga pinggang masih menggenang. Kira-kira 80 sampai 120 sentimeter. Aktivitas warga pun lumpuh total. Untuk sekadar keluar dari rumah, mereka terpaksa naik perahu atau memakai jasa ojek yang melintas di jalan yang sudah jadi sungai.
Khusus di Dayeuhkolot, kerusakan cukup parah. Sekitar 1.300 rumah terendam, dengan Kampung Bojong Asih menjadi titik terparah. Beberapa Rukun Warga (RW) dari nomor 04 hingga 14 tak bisa diakses kecuali dengan perahu.
Yang cukup menyedihkan, bantuan dari pemerintah setempat konon belum juga tiba. Warga hanya bisa menunggu dan berharap air cepat surut. Hidup mereka praktis terhenti.
Salah satu korban, Raylan, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, berbagai upaya pemerintah seperti pembangunan kolam retensi atau pengerukan sungai sepertinya belum cukup ampuh mengatasi persoalan lama ini.
"Saya berharap pemerintah bisa meminimalkan dampak banjir ini," ujar Raylan di tengah genangan.
Dia pesimis. Dengan curah hujan di Bandung Raya yang masih tinggi seperti sekarang, ancaman banjir kemungkinan besar akan terus berulang. Harapan untuk normal kembali masih jauh dari kenyataan.
Artikel Terkait
Es Putar Papabon, Es Krim Legendaris Makassar yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade
Truk Muatan Kelapa Sawit Alami Kecelakaan di Tanjakan Peles Bengkulu Utara, Lalu Lintas Sempat Terganggu
KPK Dalami Asal-usul Aset Mewah Milik Eks Wamen Imipas Silmy Karim yang Disita
Pakar Hukum: Kejagung Jangan Anggap Remeh Nama Besar di Pusaran Korupsi MBG