Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Kudus-Pati, Ribuan Rumah Terendam

- Senin, 12 Januari 2026 | 11:35 WIB
Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Kudus-Pati, Ribuan Rumah Terendam

Jalur Pantura di Kudus-Pati, Jawa Tengah, lumpuh akibat banjir sejak Minggu siang. Kendaraan terpaksa merayap pelan, memicu antrean panjang yang mengular. Situasi ini terutama parah di Ngembalrejo, wilayah Kecamatan Bae, Kudus.

Kasatlantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean, mengonfirmasi hal itu. Menurutnya, arus lalu lintas tersendat parah di titik itu.

"Arus lalu lintas di Jalur Pantura Kudus-Pati tersendat, terutama di Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, karena ada genangan banjir sejak Minggu (11/1) pukul 13.00 WIB," ujar AKP Royke.

Polisi sudah turun tangan mengatur lalu lintas di lokasi. Mereka juga mengimbau pengendara, khususnya pemotor, untuk ekstra hati-hati saat menerobos genangan yang tersebar di Kudus dan Pati.

Rupanya, bukan cuma Ngembalrejo yang kebanjiran. Wilayah lain seperti area barat perempatan lampu merah Kerawang dan Tenggeles di Kecamatan Jekulo juga ikut terendam. Akibatnya, laju kendaraan di jalur utama ini benar-benar melambat.

Banjir ini sebenarnya sudah mulai mengancam sejak Jumat malam lalu. Pemicu utamanya sederhana namun berdampak besar: hujan deras yang turun berjam-jam tanpa henti.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberi penjelasan lebih teknis. Hujan lebat itu membuat debit air di Sungai Gelis, Piji, dan Dawe melonjak drastis.

“Luapan air dari ketiga sungai tersebut tidak dapat tertampung oleh alur sungai dan sistem drainase yang ada, sehingga menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum,” jelas Abdul Muhari.

Dampaknya luas. Enam kecamatan di Kudus merasakan langsung imbasnya: Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe, dan Gebog. Di awal kejadian, air bisa setinggi lutut orang dewasa, merendam rumah warga, jalan, jembatan, sampai sawah-sawah di sepanjang aliran sungai.

“Berdasarkan data sementara yang masih dalam proses pendataan, banjir ini berdampak pada sekitar 4.668 kepala keluarga atau 14.143 jiwa,” kata Abdul.

Angka kerusakannya juga signifikan. Sekitar 4.668 rumah terdampak, 65 ruas jalan tergenang, beberapa jembatan rusak, dan tidak kurang dari 120 hektar sawah ikut terendam banjir Kudus-Pati ini.

Kini, sebagian besar genangan di Kudus dilaporkan mulai surut. Namun begitu, situasi belum sepenuhnya normal. Beberapa desa di Kecamatan Mejobo, misalnya, masih terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga 50 sentimeter. Perjalanan menuju pulih tampaknya masih butuh waktu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar