Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur Kudus sejak Jumat lalu ternyata membawa konsekuensi serius. Bencana banjir dan tanah longsor tak terhindarkan, melumpuhkan sejumlah wilayah di kabupaten tersebut. Ribuan keluarga pun harus merasakan dampaknya.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, memberikan gambaran yang cukup suram. Menurut data yang dihimpun pada Senin (12/1), korban yang terdampak mencapai angka yang besar.
"Total warga terdampak sebanyak 4.610 KK atau 14.437 jiwa,"
Ujarnya. Curah hujan tinggi itu membuat beberapa sungai utama seperti Gelis, Piji, dan Dawe tak mampu lagi menahan debit air. Luapan air kemudian menyapu permukiman di beberapa kecamatan, termasuk Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, dan Kaliwungu. Ketinggian airnya bervariasi, dari yang hanya sebetis hingga nyaris setinggi pinggang orang dewasa.
"Ketinggian air mencapai 20 hingga 60 cm,"
tambah Munaji.
Di sisi lain, ada sedikit kabar baik. Pada hari Senin, sejumlah titik banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Meski begitu, situasi belum sepenuhnya normal. Beberapa desa masih terendam, terutama di daerah yang topografinya lebih rendah.
"Terdapat penurunan ketinggian air dan sudah surut. Yang masih tergenang Desa Mejobo, Desa Jojo, Desa Golantepus dan Desa Temulus. Genangan masih terdapat di titik-titik terendah di dalam desa,"
jelasnya.
Bencana Tanah Longsor
Banjir bukan satu-satunya masalah. Tanah longsor ikut memperparah keadaan, menerjang lereng-lereng di berbagai lokasi. Dawe menjadi salah satu kawasan yang paling parah terdampak. Longsoran tak hanya merusak rumah, tapi juga memutus akses jalan.
"Jalan Japan batas Pati KM 1 longsor dan menjadikan jalan tidak bisa di lewati roda 4 dalam jangka waktu lama dan belum ditangani. Puluhan rumah rusak terkena material longsor,"
imbuh Munaji.
Namun begitu, Dawe bukan satu-satunya. Longsor juga terjadi di Gebog, tepatnya di Desa Menawan dan Rahtawu. Tak ketinggalan, Desa Gondangmanis di Kecamatan Bae juga mengalami hal serupa. Secara keseluruhan, di Dawe saja tercatat puluhan titik longsor yang mengancam.
"Ada 36 titik longsor di Kecamatan Dawe, ada menimpa rumah warga dan ada yang menutup akses jalan warga. Penanganan daerah terdampak longsor Desa Japan dan Desa Rahtawu masih berjalan,"
kata Munaji menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Cirebon, BMKG: Tak Berpotensi Kerusakan
560 Narapidana Lansia Terima Remisi Hingga Enam Bulan di Hari Lanjut Usia Nasional 2026
Polda Jateng Bekuk 105 Pelaku Kejahatan Jalanan Sepanjang Mei 2026
Peserta Paskibraka Sulsel yang Terseret Polemik Seleksi Dapat Beasiswa Penuh Kuliah di Luar Negeri