Wagub DKI: Perlintasan Kereta Api di Jakarta Harus Dievaluasi Demi Cegah Kecelakaan

- Rabu, 29 April 2026 | 12:45 WIB
Wagub DKI: Perlintasan Kereta Api di Jakarta Harus Dievaluasi Demi Cegah Kecelakaan

Jakarta – Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, angkat bicara soal perlintasan kereta api di ibu kota. Menurutnya, perlintasan sebidang itu perlu dievaluasi. Tujuannya jelas: supaya kecelakaan seperti yang terjadi di Bekasi Timur, Senin 27 April 2026 lalu, nggak terulang lagi.

“Di Jakarta, ada beberapa lintasan yang mungkin nggak tertutup rapat. Tapi setidaknya ada petugas yang jaga. Namun, ini tetap harus kami evaluasi. Mudah-mudahan, ke depannya nggak ada lagi kecelakaan,” ujar Rano di Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Pernyataan ini dikutip dari Antara.

Di sisi lain, pemerintah provinsi juga bergerak. Afan Adriansyah, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI, bilang kalau saat ini mereka sedang membangun jalan layang di Jalan Latumenten, Jakarta Barat. Proyek ini, kata dia, sudah dimulai sejak akhir 2025 dan ditargetkan rampung tahun ini.

“Ini proyek multiyears dari Dinas Bina Marga. Sudah mulai akhir tahun lalu, dan akan selesai tahun ini,” jelas Afan.

Nggak cuma di Latumenten. Ada juga rencana pembangunan flyover di Bintaro Puspita. Proyek ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Jadi, memang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari.

Soal spesifikasinya, jalan layang Latumenten dibangun di dua sisi. Sisi barat punya panjang 440,86 meter dengan lebar 11 meter. Sisi timur sedikit lebih pendek, 439,23 meter, dengan lebar 10 meter. Sementara flyover Bintaro Puspita direncanakan sepanjang 441 meter dan lebar 9 meter. Fungsinya? Untuk mengurai kemacetan di perlintasan kereta api di kawasan Bintaro.

Pembangunan ini, menurut pemerintah, adalah bagian dari komitmen mereka untuk menata perlintasan. Targetnya, semua perlintasan sebidang atau liar bisa dipindahkan. Soalnya, lokasi-lokasi itu dinilai rawan banget buat kecelakaan.

Ngomong-ngomong soal perlintasan liar, PT KAI Daop 1 Jakarta juga udah bergerak. Sepanjang 2025, mereka udah menutup 40 titik perlintasan liar yang dianggap rawan. Ini salah satu upaya buat menekan angka kecelakaan.

Data dari KAI Jakarta menunjukkan, dari Januari sampai Desember 2025, ada 237 kejadian tabrakan yang melibatkan kereta api. Rinciannya: 55 kejadian melibatkan kendaraan, 177 kejadian tabrakan dengan orang, dan sisanya melibatkan hewan. Angka yang cukup bikin prihatin, ya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini