Di sisi lain, pihak Kementerian juga menegaskan komitmen mereka setidaknya di atas kertas. Mereka menyebut tentara Suriah telah “berulang kali membuka koridor kemanusiaan.”
Tak cuma itu, sebuah peta target militer juga diklaim telah diterbitkan. Tujuannya, kata mereka, jelas: “untuk melindungi dan mengamankan warga sipil, bukan sebaliknya.”
Namun begitu, di lapangan, kabar dan realita sering kali tak sejalan. Suara dentuman dan asap masih menjadi pemandangan yang terlalu biasa bagi warga Aleppo yang lelah.
Artikel Terkait
Kasus Korupsi CCTV Rp2 Miliar di Makassar Mandek, Kejaksaan Dinilai Lamban
Berkas Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dinyatakan Lengkap, Segara Dilimpahkan ke Pengadilan Militer
Islah Bahrawi Ungkap Mahfud MD sebagai Inspirasi Keberaniannya Kritik Prabowo
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi 4,72 Juta Ton