Di sisi lain, pihak Kementerian juga menegaskan komitmen mereka setidaknya di atas kertas. Mereka menyebut tentara Suriah telah “berulang kali membuka koridor kemanusiaan.”
Tak cuma itu, sebuah peta target militer juga diklaim telah diterbitkan. Tujuannya, kata mereka, jelas: “untuk melindungi dan mengamankan warga sipil, bukan sebaliknya.”
Namun begitu, di lapangan, kabar dan realita sering kali tak sejalan. Suara dentuman dan asap masih menjadi pemandangan yang terlalu biasa bagi warga Aleppo yang lelah.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP