Pelapor dan ‘Korban’ yang Mengatasnamakan Diri
Dari sisi kepolisian, Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, Kombes Reonald Simanjuntak, mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut. “Pelapornya Saudara RARW,” kata Reonald dalam konferensi pers.
Tapi kemudian ia menjelaskan hal yang agak membingungkan. “Namun korban dalam perkara ini adalah Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Ya. Di sini disampaikan seperti itu,” lanjutnya. Jadi, pelapor mewakili dua organisasi yang diaku-aku sebagai ‘korban’.
Namun begitu, sikap resmi Muhammadiyah ternyata serupa dengan NU. PP Muhammadiyah sudah menegaskan bahwa tindakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan sikap resmi persyarikatan.
“Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah,” begitu pernyataan mereka.
Jadi, dua ormas besar ini sama-sama tak mengakui kelompok pelapor itu. Kasus ini pun jadi lebih rumit, sekaligus menguak kembali soal betapa mudahnya nama besar dijadikan tameng untuk aksi-aksi tertentu.
Artikel Terkait
Family by Choice Guncang Rating, Kisah Keluarga Tanpa Darah yang Bikin Klepek-klepek
Cuitan Dokter Tifa Soal Kondisi Hamba Allah yang Didesak Dibawa ke Luar Negeri
Blangkejeren-Kutacane Dibuka, Namun Jalan Masih Penuh Rintangan
Gus Ipul: Santunan Korban Jiwa Bencana Sumatera Mulai Disalurkan