Indonesia dan 21 Negara Muslim Kutuk Keras Kunjungan Israel ke Somaliland

- Jumat, 09 Januari 2026 | 15:06 WIB
Indonesia dan 21 Negara Muslim Kutuk Keras Kunjungan Israel ke Somaliland

Indonesia dan sejumlah negara muslim lainnya baru-baru ini angkat bicara. Mereka secara tegas mengecam kunjungan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, ke wilayah Somaliland. Wilayah itu, seperti diketahui, memisahkan diri dari Republik Federasi Somalia. Kecaman ini tak main-main, datang dari 21 negara plus Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Intinya, mereka melihat langkah Israel itu sebagai tamparan terhadap kedaulatan Somalia. Kunjungan Saar dinilai telah melanggar integritas wilayah negara di Tanduk Afrika tersebut. Sikap ini diungkapkan dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Jumat, 9 Januari lalu.

Isi pernyataan itu cukup keras. Mereka menyebut kunjungan pejabat Israel pada 6 Januari 2026 itu sebagai tindakan ilegal. Bahkan lebih dari itu, aksi tersebut dianggap merusak norma internasional yang sudah mapan, plus melanggar Piagam PBB.

Pernyataan Bersama Para Menteri Luar Negeri dari Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Arab Mesir, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Republik Rakyat Bangladesh, Uni Komoro, Republik Djibouti, Republik Gambia, Republik Indonesia, Republik Islam Iran, Negara Kuwait, Negara Libya, Republik Maladewa, Republik Federal Nigeria, Kesultanan Oman, Republik Islam Pakistan, Negara Palestina, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, Republik Federal Somalia, Republik Sudan, Republik Turki, Republik Yaman, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Dalam pernyataannya, mereka kembali menegaskan dukungan yang tak goyah terhadap kesatuan Somalia. Mereka bilang, mendorong agenda separatis cuma akan memperkeruh suasana di kawasan yang sudah rapuh. Penghormatan pada hukum internasional dan prinsip non-intervensi, menurut mereka, adalah kunci stabilitas.

Di sisi lain, Somalia sendiri dipuji karena komitmennya pada jalur diplomasi yang damai. Para penandatangan pernyataan berjanji akan terus mendukung langkah-langkah hukum dan diplomatik yang diambil pemerintah Somalia. Tuntutannya jelas: Israel harus segera mencabut pengakuannya atas Somaliland dan menghormati kedaulatan penuh Somalia.

Dukung Integritas Somalia

Sebenarnya, sikap Indonesia sendiri sudah terlihat lebih dulu. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 6 Januari, Kemlu RI sudah merilis pernyataan resmi menyikapi masalah ini. Intinya sama: dukungan penuh untuk Somalia.

Indonesia mendukung penuh kedaulatan dan integritas wilayah negara saudara Republik Federal Somalia.

Somaliland adalah bagian integral dari Somalia. Kami menolak keras segala upaya untuk mengakui entitas-entitas tidak sah yang merusak persatuan Somalia, dan menganggap tindakan tersebut sebagai gangguan terhadap stabilitas kawasan serta pelanggaran terhadap hukum internasional.

Jadi, posisinya jelas. Bagi Indonesia dan banyak negara lain, Somaliland tetaplah bagian dari Somalia. Pengakuan Israel yang menjadi negara pertama yang mengakuinya ditolak mentah-mentah. Isu ini bukan cuma soal pengakuan, tapi juga dilihat sebagai ancaman terhadap stabilitas regional yang sudah genting. Semuanya kembali ke meja hukum internasional, dan bagi mereka, Israel jelas melangkah terlalu jauh.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar