Arca Panji dari Lereng Penanggungan, Kini Jadi Bahan Ajar di ITB

- Kamis, 08 Januari 2026 | 20:24 WIB
Arca Panji dari Lereng Penanggungan, Kini Jadi Bahan Ajar di ITB

Dr. Kiki Rizky Soetisna, dosen dan peneliti di FSRD ITB, menjelaskan bahwa koleksi mereka bukan cuma Arca Panji.

"Ini merupakan sebuah laboratorium yang mengelola arsip-arsip yang berkaitan dengan sejarah pendirian kampus seni rupa ITB," katanya.

Laboratorium yang dimaksud adalah Center for Indonesian Visual Art Studies (CIVAS). Tempat inilah yang khusus menangani arsip dan benda-benda bersejarah terkait kelahiran sekolah seni rupa ITB.

Dulu, arca-arca ini tercecer di berbagai sudut FSRD. Baru kemudian dikumpulkan jadi satu. Catatan CIVAS menyebut setidaknya ada 25 arca yang sudah terinventarisasi, plus satu temuan baru yang masih dikonfirmasi. Semuanya punya nomor cagar budaya dan tercatat sebagai aset resmi kampus.

Meski bernilai sejarah tinggi, Kiki menegaskan satu hal: FSRD bukan museum. Fasilitas penyimpanan dan tata kelolanya tentu belum sempurna layaknya museum formal.

"Arca ini digunakan sebagai bahan ajar bagi mahasiswa seni rupa dan desain," ujar Kiki.

Karena itulah, akses dan pengelolaannya punya nuansa berbeda. Semuanya dilakukan bertahap. Ke depan, CIVAS berencana menyusun timeline sejarah setiap arca dan memastikan status cagar budayanya secara legal. Langkah ini penting, kata Kiki, agar pengelolaan punya dasar administratif yang jelas dan kuat.


Halaman:

Komentar