Di sisi lain, persoalan lokasi Huntap ini dianggap krusial. Letjen TNI Richard Tampubolon, yang hadir dalam kesempatan sama, menekankan pentingnya kajian mendalam. Tujuannya jelas: memastikan wilayah baru itu aman dari ancaman bencana serupa di masa depan.
“Lokasi Huntap nanti akan melalui proses asesmen ketat dari kementerian dan lembaga terkait. Kita harus punya keyakinan bahwa tempat baru ini memang aman berdasarkan kajian ilmiah,” kata Richard.
Ia juga menambahkan bahwa fase penanganan bencana kini sudah bergeser ke tahap pemulihan. Pendekatannya dilakukan secara door-to-door, menyisir area terdampak untuk pembersihan dan pendataan.
“Gerakan door-to-door ini akan melibatkan banyak elemen. Mulai dari sekolah kedinasan, sampai taruna dari berbagai akademi militer dan kepolisian yang sedang menjalani Latsitarda. Mereka akan turun langsung ke lapangan,” ucapnya.
Nampaknya, kerja besar pascabencana ini baru benar-benar dimulai. Warga yang kehilangan segalanya menunggu realisasi janji ini, berharap bisa segera menginjakkan kaki di rumah baru yang lebih aman.
Artikel Terkait
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara
Kebakaran Hanguskan Ruko Grosir Sepatu di Pematangsiantar, Tak Ada Korban Jiwa