“Dari hasil penyergapan yang kami lakukan, kami berhasil mengamankan satu unit truk bermuatan kayu Sono Keling sebanyak kurang lebih 20 batang,” ujarnya.
Operasi malam itu melibatkan sepuluh personel satu dari TNI dan sembilan dari Polhut yang dipimpin langsung DPP Kepala Resort TNGC, Hamdan. Mereka tak main-main. Tim membawa senjata api, golok, dan bahkan drone thermal milik Polhut untuk memandu pergerakan di medan yang gelap dan terjal.
Namun begitu, hingga berita ini diturunkan, truk dan kayu itu masih teronggok di lokasi. Menurut Sertu Joko, evakuasi tertunda karena keterbatasan personel ditambah medan yang sulit dan waktu kejadian yang memang larut. Semuanya masih di tempat kejadian perkara.
Aksi ini, meski belum menangkap pelakunya, tetap sebuah peringatan keras. Komitmen untuk menjaga Gunung Ciremai dari perusakan tampaknya akan terus diperkuat. Setiap jengkal hutan akan dijaga, karena ancaman pembalakan liar seperti ini nyata adanya.
Artikel Terkait
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?