Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan masih berjuang melawan genangan air. Banjir yang tak kunjung surut ini ternyata makin meluas, menjangkau sembilan kecamatan. Tak main-main, 121 desa dan kelurahan kini terendam. Dampaknya luar biasa besar.
Hingga Rabu lalu, 7 Januari 2026, bencana ini sudah menyentuh kehidupan 122.353 jiwa. Atau, kalau dihitung per keluarga, sekitar 43 ribu lebih KK yang harus menghadapi kenyataan pahit ini.
Penyebab utamanya jelas: hujan yang terus mengguyur dengan intensitas tinggi. Debit air sungai pun melonjak, mengirimkan banjir ke wilayah-wilayah yang sebelumnya masih aman. Menghadapi situasi ini, Pemkab Banjar akhirnya memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat. Masa siaga bencana kini berlaku hingga 12 Januari mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
“Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan debit air meningkat dan genangan semakin meluas. Oleh karena itu, status tanggap darurat kami perpanjang hingga 12 Januari 2026,” tegas Wasis.
Menurutnya, perpanjangan status ini penting. Tujuannya agar penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar warga bisa berjalan lebih optimal, tanpa terkendala birokrasi.
Di lapangan, gelombang pengungsian terus berlangsung. Warga berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka yang kebanjiran. Ada yang menuju titik pengungsian resmi, ada pula yang mengungsi ke rumah saudara di daerah yang lebih tinggi.
Seperti yang dialami Munawarah, warga 40 tahun asal Desa Bincau, Martapura. Sudah sepuluh hari ia dan keluarganya tinggal di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Rumahnya masih terendam air setinggi satu meter.
“Alhamdulillah, untuk makan setiap hari ada saja yang mengantar ke sini. Sehari tiga kali kami makan,” ujar Munawarah, mencoba bersyukur di tengah kesulitan.
Artikel Terkait
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik
Sepuluh Hari Terendam, Pengungsi Banjar Masih Bergantung pada Jadwal Makan Tak Pasti
Golkar Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Bukan Kembali ke Orde Baru
Wagub Jabar Minta Kepala Daerah Gelar Nobar, Antisipasi Bobotoh Serbu GBLA