Namun begitu, kesigapan warga dan polisi akhirnya mengakhiri drama penyanderaan itu. Saat perhatian pelaku teralihkan ke kerumunan di depannya, seorang warga menyergap dari belakang.
“Masyarakat yang menyergap dari belakang, sementara polisi berada di depan. Serempak langsung diamankan,”
jelas Sujono menggambarkan momen kritis itu. Pelaku langsung dijatuhkan dan diringkus.
Motifnya sederhana, tapi berbahaya. Menurut polisi, NB menyandera karena sedang kalap. Aksi curinya ketahuan, dia diteriaki, lalu lari masuk ke rumah terdekat yang kebetulan rumah Darmawati untuk menyelamatkan diri.
“Motifnya karena ketahuan mencuri dan diteriaki warga, sehingga pelaku melarikan diri dan masuk ke rumah nenek tersebut,”
tutur Sujono.
Setelah aman, NB dibawa ke Polsek Kotapinang untuk diproses hukum. Yang melegakan, nenek Darmawati berhasil diselamatkan tanpa cedera. Tidak ada kerugian materi yang berarti, hanya rasa trauma yang mungkin butuh waktu untuk pulih. Kejadian malam itu menjadi pengingat betapa situasi darurat bisa datang secara tiba-tiba, di tempat yang paling tidak diduga.
Artikel Terkait
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat