Melalui unggahan di Truth Social, Trump bahkan menyebut angka yang terang-terangan. Menurutnya, otoritas baru di Caracas akan menyerahkan 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi kepada Amerika.
Di tengah semua pernyataan politik itu, suasana duka menyelimuti Venezuela. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Untuk pertama kalinya, militer mengonfirmasi korban jiwa dari pihak mereka. Daftar yang dirilis menyebut 23 personel tewas, termasuk lima jenderal, akibat serangan AS tersebut.
Korban juga berjatuhan di pihak sekutu. Kuba, yang merupakan pendukung dekat Maduro, melaporkan 32 personel militernya gugur. Sebagian besar dari mereka disebut-sebut adalah anggota pengawal pribadi mantan presiden itu.
Sementara itu, korban di kalangan warga sipil masih menjadi tanda tanya. Hingga kini belum ada data resmi yang dirilis pemerintah. Jaksa Agung Tarek William Saab hanya menyebutkan ada puluhan korban dari kalangan sipil dan militer, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Situasinya masih suram, dan jalan ke depan terlihat panjang.
Artikel Terkait
Tiket Konser LANY di Jakarta Dibuka, Harga Mulai Rp850 Ribu
Makassar Berpotensi Hujan Ringan Siang Ini, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga