Kalau dipikir-pikir, ya masuk akal saja.
MBG kan pada dasarnya bisnis. Dan bisnis mana sih yang tutup total saat Ramadhan? Coba lihat sekeliling. Kantor-kantor tetap beroperasi, pabrik masih berjalan, toko-toko pun buka seperti biasa. Prinsipnya sama saja.
Nah, MBG ini bahkan saat liburan sekolah pun tetap membagikan makanan. Argonya harus terus berjalan, titik. Urusan gizi atau kebutuhan riil di lapangan, itu urusan belakangan. Pokoknya roda bisnis jangan sampai berhenti. Bayangkan kalau argo itu dimatikan wah, repot urusannya nanti.
Bagi karyawan level bawah sih mungkin tidak terlalu masalah. Dapat pekerjaan saja sudah syukur, apalagi kalau dikasih libur, pasti senang. Tapi yang pusing itu pemilik dapur. Mereka wajib menjaga agar argo terus mengalir deras. Terus-terusan, tanpa jeda. Pokoknya harus tetap ada kiriman, mau dimakan atau tidak, mau ada murid atau enggak. Semacam pesta pora yang tak boleh padam.
Gimana, mau skip dari argo satu triliun per hari? 🙂
(Tere Liye)
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu