Sebuah truk terbalik di wilayah Afar, Ethiopia, pada Selasa pagi. Akibatnya, 22 migran yang berada di atasnya tewas seketika. Kecelakaan itu juga melukai puluhan orang lainnya tepatnya 65 orang dalam kondisi yang beragam.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya sangat cepat dan mencekam. Truk yang penuh sesak itu tiba-tiba oleng sebelum akhirnya terguling. Suara jeritan dan gemeretak logam memecah kesunyian pagi.
Pihak berwenang setempat kemudian angkat bicara. Mereka menyebut truk itu mengangkut warga yang, sayangnya, disesatkan oleh calo ilegal.
"Mereka tidak sepenuhnya memahami betapa berbahayanya rute perjalanan yang ditempuh," ujar seorang pejabat, seperti dilaporkan AFP, Rabu kemarin.
Nah, Ethiopia sendiri memang dikenal sebagai titik keberangkatan utama bagi migran dari Tanduk Afrika. Mereka punya impian yang sama: mencari pekerjaan di negara-negara Teluk yang bergelimang minyak. Rute timur ini sudah seperti jalur klasik, ditempuh ribuan orang setiap tahunnya.
Perjalanan mereka biasanya dilanjutkan dengan menyeberangi Laut Merah. Dari Djibouti, mereka berharap bisa mendarat di Yaman. Di sanalah harapan untuk menjadi buruh atau pekerja rumah tangga digantungkan. Namun begitu, perjalanan itu jauh dari kata aman.
Sampai saat ini, penyebab pasti kecelakaan truk di Afar masih diselidiki. Belum ada keterangan resmi yang menyebutkan apa yang sebenarnya terjadi sebelum truk itu terbalik. Yang pasti, keluarga di kampung halaman kembali berduka.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Bone Inspeksi Mendadak Tanjung Pallette, Pastikan Kebersihan dan Pelayanan Jadi Prioritas
Kiper Muda Belgia Senne Lammens Resmi Dinobatkan sebagai Transfer Terbaik Premier League Musim Ini
Davide Ancelotti Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Lille untuk Musim 2026/2027
AS Monaco Resmi Aktifkan Opsi Pembelian Ansu Fati dari Barcelona Senilai 11 Juta Euro