Di sisi lain, agenda prioritas lain yang mencuat adalah soal pemenuhan gizi. Prasetyo menyebut Presiden punya target ambisius terkait pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau yang akrab disebut dapur MBG. Angkanya tak main-main: sekitar 35 ribu unit harus berdiri pada 2026 nanti.
Kalau tercapai, fasilitas itu akan melayani hampir 83 juta penerima manfaat. Saat ini, fondasinya sudah diletakkan.
"Ada kurang lebih 19.000 SPPG yang sudah terbangun. Target di tahun 2026 harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat," papar Prasetyo.
Dua program besar itu jembatan dan dapur gizi sepertinya jadi penanda arah kerja pemerintahan ke depan. Fokus pada infrastruktur dasar dan ketahanan pangan rakyat. Target tahun 2026 terus disebut, memberi bayangan deadline yang jelas namun juga tantangan berat di lapangan.
Artikel Terkait
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang